Headlines News :
Home » » Dalam Dakwaan Jaksa KPK, Kepala Kejati DKI dan Aspidsusnya Ikut Terlibat Suap

Dalam Dakwaan Jaksa KPK, Kepala Kejati DKI dan Aspidsusnya Ikut Terlibat Suap

Written By Infobreakingnews on Rabu, 22 Juni 2016 | 17.21

Kepala Kejati DKI, Sudung Situmorang
Jakarta, infobreakingnews - Nama Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Sudung Situmorang dan anak buahnya bernama Tomo Sitepu selaku Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI disebut berkali kali ikut terlibat dalam dakwaan terhadap perkara Dua pejabat PT Brantas Abipraya (persero) didakwa menyuap pejabat di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sebesar Rp 2,5 miliar. 

Pemberian duit suap dimaksudkan untuk menghentikan penyelidikan penyimpangan keuangan PT BA sebesar Rp 7 miliar di Kejati DKI.

Dua pejabat tersebut yakni Direktur Keuangan dan Human Capital PT Brantas Abipraya Sudi Wantoko (48) dan Senior Manager Pemasaran PT Brantas Abipraya Dandung Pamularno (47). 

Dakwaan keduanya dibacakan secara bergantian oleh tim Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2016).

"Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu menjanjikan uang sejumlah Rp 2,5 miliar kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu kepada Sudung Situmorang selaku Kepala Kejati DKI Jakarta dan Tomo Sitepu selaku asisten tindak Pidana Khusus pada Kejati DKI," kata Jaksa KPK Irene Putri saat membacakan surat dakwaan.

"Yaitu dengan maksud supaya Sudung Situmorang dan Tomo Sitepu menghentikan penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan keuangan PT Brantas Abipraya yang dilakukan oleh terdakwa I (Sudi Wantoko) yang menurut pengetahuan terdakwa sudah dalam tahap penyidikan," jelasnya.

Jaksa menjelaskan, Rp 500 juta dari Rp 2,5 miliar yang disediakan Sudi Wantoko disimpan di laci Dandung sebagai persediaan untuk membiayai makan dan golf dengan Kepala Kajati DKI Sudung Situmorang.

Sementara itu serah terima Rp 2 miliar dilakukan pada 31 Maret 2016 di toilet pria lantai 5 Hotel Best Western Premier The Hive Jakarta Timur. Hotel ini berlokasi dekat dengan kantor PT BA. Uang yang diberikan dalam bentuk dollar Amerika Serikat sebanyak USD 186.035.

"Dibungkus plastik warna hitam dan diserahkan kepada Marudut (perantara dari pihak swasta) di Toilet Pria Lantai 5 Hotel Best Western Premier The Hive Jakarta Timur untuk diberikan kepada Sudut Situmorang dan Tomo Sitepu," tutur Jaksa.


Selanjutnya pada hari itu juga Marudut menelepon Sudung Situmorang untuk memastikan bahwa Sudung dan Tomo Sitepu berada dikantor Kejati DKI yang terletak dikawasan jalan Kuningan Jakarta Selatan, dimana Marudut membawa uang tersebut untuk diserahkan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI tersebut, namun ditengah perjalanan Marudut ditangkap KPK.

Keduanya didakwa melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau Pasal 53 ayat (1) dan jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.


Pihak KPK sendiri sudah memeriksa Sudung Situmorang dan Tomo Sitepu, bahkan menggeledah kedua ruang kerja petinggi Kejati DKI tersebut, namun sampai berita ini diturunkan, baik Sudung maupun Tomo masih belum dijadikan sebagai tersangka.

Kedua terdakwa, Sudi Wantoko dan Dandungt Pamularno yang didamping penasehat hukumnya Hendra Heriansyah dan Syafrie,sepakat tidak memberikan eksepsi tanggapan atas surat dakwaan JPU, dimana kedua terdakwa berharap agar kasus suap yang membelitnya bisa segera berjalan dengan cepat.

Hakim Yohanes Priyana yang memimpin persidangan ini menunda pekan depan untuk langsung mendengarkan sejumlah saksi yang diajukan JPU dalam perkara ini. *** Mil.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved