Headlines News :
Home » » Bupati Subang Resmi Jadi Tersangka Pencucian Uang

Bupati Subang Resmi Jadi Tersangka Pencucian Uang

Written By Infobreakingnews on Selasa, 21 Juni 2016 | 16.11


Jakarta, infobreakingnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Bupati Subang, Ojang Sohandi sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Perbuatan Ojang dinilai melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Sebelumnya, KPK telah menjerat Ojang sebagai tersangka pemberi suap dan penerima gratifikasi.
"Berdasarkan pengembangan penyidikan memang kasusnya bertambah. Penyidik mengenakan yang bersangkutan (Ojang) menetapkan tersangka untuk TPPU," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/6/2016).
Dikatakan Priharsa, penyidik masih mendalami aset-aset milik Ojang yang diduga diperoleh dari hasil korupsi. Sejauh ini, penyidik diketahui telah menyita sejumlah kendaraan mewah milik Ojang. Beberapa kendaraan itu diantaranya, mobil Toyota Vellfire warna hitam berplat nomor T 1978, mobil Toyota Camry, dan mobil Jeep Wrangler Rubicon warna oranye berplat nomor D 50 KR serta Nissan Nevarra. Kemudian sepeda motor merek KTM, KLX, dan Yamaha ATV juga sudah disita KPK.
"Termasuk terakhir itu disita Mazda CX-5. Temuannya sampai sekarang ini kan terus dilakukan pendalaman, termasuk dari saksi-saksi terus ya," katanya.
Dalam mengusut kasus ini, penyidik memeriksa Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Senin (20/6). Usai diperiksa, Imas tak membantah diperiksa untuk melengkapi berkas Ojang. Namun, Imas masih enggan membeberkan materi pemeriksaan yang dijalaninya.
"Soal kenal dengan Ojang," katanya.
Diberitakan, KPK menetapkan Ojang tersangka pemberi suap terkait penanganan perkara korupsi dana Jamkesmas Subang. Selain Ojang, KPK juga menetapkan Jajang Abdul Holik, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang yang menjadi terdakwa perkara dana Jamkesmas Kabupaten Subang dan Lenih Marliani, istri dari Jajang sebagai tersangka kasus ini.
Ketiganya disangka memberi suap kepada jaksa pada Kejati Jabar Deviyanto Rochaeni dan mantan Ketua Tim JPU Kejati Jabar yang menangani perkara korupsi dana Jamkesmas, Fahri Nurmallo agar Jajang mendapat hukuman ringan dan nama Ojang tidak terseret kasus ini.
Ojang, Jajang, dan Lenih disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b dan atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara Deviyanti dan Fahri ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap dan dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Tak hanya sebagai pemberi suap, Ojang juga ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus gratifikasi menyusul ditemukannya uang sebesar Rp 385 juta di mobil Mitsubishi Pajero Sport milik Ojang saat ditangkap tim penyidik KPK di Subang pada Senin (11/4). Atas dugaan penerimaan gratifikasi ini, Ojang dijerat melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. ***Samuel Art
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved