Headlines News :
Home » » Andri Pelaku Mafia Hukum MA Tebar Pesona Jalani Persidangan

Andri Pelaku Mafia Hukum MA Tebar Pesona Jalani Persidangan

Written By Infobreakingnews on Kamis, 23 Juni 2016 | 19.13

Jakarta, infobreakingnews - Seakan tanpa beban dan rasa menyesal apalagi malu, diwajah yang ceng ngengesan sambil menebar senyum menampakan gigi, terdakwa Andri Tristianto yang merupakan Kasubdit Perdata Badilum MA Andri Tristianto Sutrisna menjalani sidang perdana di PN Tipikor Jakarta.

Andri didakwa menerima suap sebesar Rp 400 juta untuk penundaan salinan putusan kasasi Ichsan Suaidi dalam kasus korupsi proyek pembangunan pelabuhan Labuhan Haji di Lombok Timur. 

Andri yang bertopeng gagah sebagai pejabat di MA,  padahal merupakan calo perkara dan anggota mafia hukum itu didakwa menerima uang Rp 400 juta dari Ichsan Suaidi dan Sunaryo. Janji diberikan untuk mengusahakan penundaan pengiriman salinan kasasi Ichsan Suaidi dalam perkara Tipikor pelabuhan Labuhan Haji Lombok Timur untuk tidak dieksekusi jaksa," ujar jaksa penuntut umum pada KPK saat membacakan dakwaannya di PN Tipikor, Jl Bungur Raya, Kemayoran, Jakpus, Kamis (23/6/2016).

Jaksa mengatakan kasus bermula pada Oktober 2015, saat kuasa hukum Ichsan, Awang Lazuardi meminta informasi perkara kasasi Ichan Suaidi dan meminta pengiriman salinan putusan.

"Atas permintaan Awang, bulan Desember 2015 terdakwa menghubungi Kosidah, rekan sekerjanya di MA, menanyakan nomor putusan Kasasi Ichsan Suaidi sekaligus menanyakan biaya penundaan pengiriman perkara. Kosidah mengatakan dapat mengusahakan penundaan apabila diberi imbalan Rp 50 juta," kata Jaksa.

Setelah mendapat kepastian dari Kosidah, Januari 2016 Andri menyampaikan pada Awang bahwa salinan putusan perkara kasasi Ichsan belum dikirim. Awang lalu meminta bertemu dengan Andri di Jakarta 26 Januari 2016 di hotel Atria Serpong. Dia menyampaikan penundaan kasasi dapat dilakukan. 


"Awang kemudian meminta agar Andri bersedia menemui Ichsan di Surabaya. Tanggal 1 Februari 2016 Andri menghubungi Awang dan menyanggupi untuk ke Surabaya tanggal 5 Februari. Dan minta difasilitasi pertemuannya dengan Ichsan. Andri juga menyampaikan bahwa penundaan salinan kasasi telah disampaikan pada Kosidah dengan imbalan Rp 250 juta dengan jangka waktu 3 bulan pertama. Padahal Kosidah hanya memitna Rp 50 juta dalam jangka waktu 6 bulan. Andri kemudian meminta Rp 350 juta yang disetujui Ichsan melalui Awang," ujar Jaksa.

Setelah mendapat kepastian penundaan salinan kasasi, Andri pun menghubungi Awang. Setelah sepakat, tanggal 12 Februari di Hotel Atria, Andri menerima uang sebesar Rp 400 juta dalam paper bag dari Ichsan Suaidi melalui Sunaryo dan Awang Lazuardi menggunakan tas Koper berwarna bitu. 

"Saat Andri pulang ke rumahnya di Jl San Lorenzo 5 Nomor 11 Gading Serpong Tangerang, dia ditangkap petugas KPK," ujar Jaksa.

Agar lebih cepat selesai proses hukum peridangannya, baik Andri maupun kuasa hukumnya menyatakan tak akan mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU,dan sidang akan dilanjutkan sepekan kemudian dengan agenda pemeriksaan para saksi.*** Mil.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved