Headlines News :
Home » » Sindikat Penipuan Dana BOS Ditangkap, Setelah 8 Tahun Malang Melintang Tipu Ratusan Sekolah

Sindikat Penipuan Dana BOS Ditangkap, Setelah 8 Tahun Malang Melintang Tipu Ratusan Sekolah

Written By Infobreakingnews on Selasa, 03 Mei 2016 | 08.17

Jakarta, infobreakingnews - Setelah malang melintang menipu para Kepala sekolah yang pengen cepat dana BOS cepat cair, akhirnya Polres Metro Jakarta Selatan berhasil menangkap empat pelaku penipuan dengan modus berpura-pura menawarkan jasa kepada sekolah-sekolah untuk mencairkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) secara cepat. 
Para pelaku sudah menjalankan aksi selama 8 tahun dan telah menipu ratusan sekolah di seluruh Indonesia. Hasilnya, dipakai untuk membeli rumah, perhiasan, kendaraan, dan keperluan sehari-hari.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat mengatakan, keempat tersangka penipuan itu bernama Erwin (35), Suhendra (35), Yayan (32), dan Rusbianto (43). Mereka dibekuk di sebuah tempat sebagai markas melakukan penipuan via telepon, di Cianjur, Jawa Barat.
Wahyu menambahkan, modus pelaku membantu sekolah-sekolah agar dapat cepat mencairkan dana BOS. Namun, sebelumnya harus mentransfer sejumlah uang terlebih dulu.
"Para tersangka ada yang mengaku sebagai kepala dinas pendidikan, satu lagi kepala BI (Bank Indonesia). Diberikan nomor teleponnya, lalu diminta menghubungi sehingga korban percaya dan mentransferkan uang," ujar Wahyu, di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (3/5). 
Dikatakan Wahyu, ada ratusan sekolah yang diduga menjadi korban dan tersebar di seluruh Indonesia. Salah satunya, SDN 04 Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang tertipu sekitar Rp 42 juta. Pelaku mendapatkan daftar nama sekolah yang akan mendapatkan dana BOS melalui internet.
"SDN 04 Selong mengalami kerugian sebesar Rp 42 juta karena ditipu empat tersangka itu. Rata-rata memang tersangka meminta dana minimal sebesar Rp 5 juta dan maksimal puluhan juta. Target mereka ini TK, SD, dan SMA sederajat. Aksinya teroganisir rapi," katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru mengungkapkan, keuntungan para tersangka melakukan penipuan itu diprediksi mencapai miliaran rupiah. "Begitu dana ditransfer korban, mereka langsung ambil. Setelah itu, buku rekeningnya dibakar. Kemudian, mereka mengganti nomor rekening dengan identitas palsu. Begitu seterusnya," terangnya.
Menurutnya, para pelaku menjalankan aksi melalui telepon. Mereka tidak pernah bertemu dengan korbannya dan melancarkan aksinya di daerah Cianjur, Jawa Barat. "Biasanya dalam waktu hampir bersamaan tersangka menipu beberapa sekolah di suatu daerah sehingga antarsekolah saling mengkroscek dan sekolah berpikiran ternyata itu benar," jelasnya.
Dia mengungkapkan, hasil kejahatan dipakai para pelaku untuk membeli rumah, barang berharga, termasuk menyekolahkan anak-anaknya. "Satu tersangka RS (Rusbianto) merupakan residivis dengan kasus sama. Hasil menipu empat tersangka itu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari seperti bangun rumah, beli mobil, beli perhiasan, dan sekolah anak. Mereka ini memang kerjaannya spesialis menipu sekolah," tandasnya.*** Johanda Sianturi.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved