Headlines News :
Home » » Sespri Dewie Limpo Dihukum 4 Tahun

Sespri Dewie Limpo Dihukum 4 Tahun

Written By Infobreakingnews on Senin, 09 Mei 2016 | 20.44

Jakarta, infobreakingnewsSekretaris Pribadi (Sespri) anggota Komisi VII DPR Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso, divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 1 bulan kurungan, setelah dinyatakan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, secara bersama-sama terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
"Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 1 bulan kurungan," kata Hakim Ketua Baslin Sinaga membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/6).
Rinelda yang terlihat pasrah selama sidang pembacaan putusan menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding. Sikap tersebut serupa dengan jaksa penuntut umum KPK yang juga menyatakan pikir-pikir. Vonis yang dijatuhkan majelis lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dalam berkas rekisitornya menuntut pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair dua bulan kurungan.
Hal-hal yang memberatkan Rinelda, menurut majelis adalah tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum dan kooperatif selama persidangan.
Dalam perkara tersebut, Pengadilan Tipikor Jakarta, telah memvonis Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Deiyai, Papua, Irenius Adii dan Dirut PT Bumi Abadi Cendrawasih Setyadi Yusuf, pada 23 Maret lalu. Masing-masing dihukum dua tahun pidana penjara karena terbukti secara bersama-sama menyuap Dewie Limpo. Sementara dalam berkas terpisah, perkara Dewie Limpo dan staf ahlinya yaitu, Bambang Wahyu Hadi masih berproses di persidangan. Dalam perkara Dewie, Menteri ESDM Sudirman Said telah dihadirkan memberikan kesaksian di persidangan.
Perkara ini bermula dari inisiatif Irenius mengadakan proyek listrik di Deiyai karena kabupaten tersebut minim listrik. Melalui Rinelda, Irenius bertemu Dewie Limpo yang berjanji bakal membantu proposal proyek listrik di Deiyai. Dewie meminta komisi 10 persen dari nilai proyek Rp 50 miliar sebelum disepakati 7 persen. Komisi tersebut diurus Setiady yang perusahaannya diproyeksikan bakal mengerjakan proyek tersebut.
Penyerahan uang dari Setiady yang disanggupi sebesar 177.700 dolar Singapura atau setara dengan Rp 1,7 miliar dilakukan pada 20 Oktober 2015 di Resto Baji Pamai Mal Kelapa Gading, Jakut. Rinelda yang menerima uang tersebut hingga akhirnya ditangkap penyidik KPK sebelum menjerat Dewie Yasin Limpo.*** MIL
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved