Headlines News :
Home » » Mengatur Eksekusi Mati Jilid III

Mengatur Eksekusi Mati Jilid III

Written By Infobreakingnews on Jumat, 06 Mei 2016 | 22.59

Semarang, infobreakingnews - Eksekusi mati jilid III akan segera dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Polisi sudah menyiapkan regu tembak untuk pelaksanaan eksekusi. 

Irjen Pol Condro Kirono, Kapolda Jateng  mengatakan, dalam pelaksanaan eksekusi mati, seorang terpidana akan dikawal oleh satu regu tembak. Tidak hanya regu tembak, Polda Jateng juga mempersiapkan dokter untuk memeriksa orang yang akan dieksekusi mati, maupun rohaniwan seperti ulama dan pendeta. ”Dokter-dokter dari kita. Sudah dikoordinasikan juga,” tegasnya. 

Kepala Biro Operasi Polda Jateng Kombes Pol Tatang menegaskan kepada wartawan di Mapolda Jateng kemarin. ”Mengenai waktu pelaksanaan, kapan saja personel (regu tembak) dan pengamanan, kami sudah siap. 
“Kami belum menerima surat dari Kejaksaan Agung terkait eksekusi mati. Belum ada komunikasi intens,”ungkapnya Jumat (6/5/2016)

Saat ditanya apakah para terpidana mati sudah berada di Nusakambangan, Tatang mengiyakan. ”Ada beberapa orang yang sudah (dipindahkan) di sana. Termasuk Freddy Budiman,” kata Tatang. Personel atau regu tembak berasal dari Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Jateng. Ini juga sesuai UU No 2/PNPS/ 1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hukuman Mati, diatur personel penembak dari Brimob Polri. 

Satu terpidana mati akan menghadapi 14 penembak, terdiri atas 12 tamtama memakai laras panjang, seorang komandan pelaksana dan dipimpin komandan regu bersenjata api jenis genggam. Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol A Liliek Darmanto mengatakan jumlah personel regu tembak nantinya disesuaikan dengan berapa jumlah terpidana mati yang akan dieksekusi. 

Saat ini terpidana mati di Nusakambangan jumlahnya mencapai 59 orang. Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, persiapan untuk eksekusi pun sudah dilakukan dengan matang seperti pengerahan tim regu tembak, dokter, dan rohaniwan. Meski begitu, hingga kemarin belum ada putusan kapan eksekusi akan dilakukan. 

”Kalau tempatnya di Nusakambangan selaku tempat yang ideal, itu iya,” ujar dia di Jakarta kemarin. Prasetyo mengaku, sudah menginventarisasi siapa saja narapidana yang bakal menjalani eksekusi mati tersebut. Hanya saja dia enggan mengungkapkan jumlah serta terpidana apa saja yang akan menjalani eksekusi mati jilid III ini. 

Prasetyo membantah bahwa semua terpidana yang masuk daftar eksekusi mati jilid III saat ini sudah masuk di Nusakambangan. Pada eksekusi jilid pertama 18 Januari 2015 lalu Kejagung mengeksekusi sebanyak enam narapidana. Adapun pada jilid kedua 29 April 2015, terdapat delapan terpidana mati yang dieksekusi. 

Mengenai kelanjutan eksekusi mati terhadap Mary Jane, terpidana mati kasus narkoba asal Filipina, Prasetyo memberi sinyal kemungkinan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Sebab Kejagung masih menunggu proses hukum yang dijalani Mary Jane di Filipina karena yang bersangkutan diduga menjadi korban dalam kasus human tracfficking. 

Pada eksekusi tahap II, nama Mary Jane sudah sempat masuk daftar narapidana yang akan dieksekusi. Namun di detik-detik akhir jelang eksekusi, pemerintah mengubah putusan. ”Ketika semua hak hukumnya sudah diberikan baru kita bisa meningkat ke aspek teknisnya. 

Yuridisnya selesaikan dulu,” ungkap mantan Direktur Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung itu. Kepolisian pun menyatakan sudah siap untuk mengawal dan melaksanakan proses eksekusi mati jilid III yang kemungkinan digelar pada Mei mendatang.


Sementara itu, Liliek Darmanto menyatakan terdapat 13 terpidana mati yang akan dieksekusi pada tahap ketiga. Nama-nama terpidana masih dirahasiakan.*** Yohanes Suroso
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved