Headlines News :
Home » » Rakyat Rindukan Presiden Jokowi Jadikan Masa Berlaku SIM, STNK Berlaku Seumur Hidup

Rakyat Rindukan Presiden Jokowi Jadikan Masa Berlaku SIM, STNK Berlaku Seumur Hidup

Written By Infobreakingnews on Minggu, 01 Mei 2016 | 18.43

Jakarta, infobreakingnews - Presiden Jokowi perlu mengelurkan kebijakan agar SIM, STNK, BPKB, dan TNKB masa berlakunya seumur hidup. Desakan ini disampaikan Indonesia Police Watch (IPW) menanggapi pernyataan Presiden tentang masih buruknya pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan TNKB.
"Indonesia Police Watch (IPW) menilai, buruknya pelayanan di lingkungan lalu lintas akibat terlalu banyak kepentingan yang bermain, mulai tingkat tinggi dalam proyek pengadaan hingga tingkat bawah, yakni percaloan," ujar Ketua IPW Neta Pane, Minggu (1/5).
Menurut Neta, jika berbagai kepentingan ini masih mengkooptasi, jangan harap pelayanan lalu lintas Polri akan berjalan ideal, seperti yang diinginkan Presiden Jokowi.
Salah satu cara untuk memutus mata rantai kepentingan yang mengkooptasi itu adalah menjadikan masa berlaku seumur hidup untuk SIM, STNK, BPKP, dan TNKB. Sehingga, aksi percaloan bisa dipangkas. Kemudian proses pengurusan atau pembayaran pajak harus dilakukan lewat bank, misalnya dengan ATM. Dengan diterapkannya masa berlaku seumur hidup untuk SIM, STNK, BPKB, dan TNKB, proyek penggadaannya tidak lagi menarik perhatian untuk dipatgulipat oleh mafia proyek.
Dikatakan, selama ini, setiap tahunnya proyek pengadaan untuk SIM, STNK, BPKB, dan TNKB nilainya lebih dari Rp 1,3 triliun, sehingga selalu menjadi incaran mafia proyek. Tahun 2015 saja misalnya, proyek pengadaan materiil STNK Rp 285,8 miliar, BPKB Rp 274,8 miliar, dan TNKB Rp 370,9 miliar. Begitu juga, jika SIM, STNK, BPKB, dan TNKB diperpanjang dalam periode tertentu, aksi percaloan akan marak.
Neta mengatakan, oknum-oknum tertentu cenderung memperlambat proses pengurusan agar masyarakat mengeluarkan dana ekstra untuk calo atau pungli.
Dia mengatakan, di banyak negara masa berlaku SIM dan lani-lain umumnya seumur hidup, pengawasannya diperketat, dan hukuman bagi pelanggarnya sangat tegas.
Neta mengungkapkan, buruknya pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan TNKB tidak hanya membuat Presiden kesal, tapi juga kerap membuat citra Polri kian rusak. Untuk itu, Presiden harus segera mendorong perbaikan yang signifikan dalam pelayanan yang dilakukan Polri ini.
Apalagi, saat ini ​pimpinan jajaran Korlantas dari pusat hingga daerah, terutama di lingkungan Polda Metro Jaya sudah diduduki pejabat baru. "Jika mereka tidak mampu membawa perubahan yang diinginkan Presiden, sebaiknya segera dicopot dan diganti dengan pejabat yang berkomitmen tinggi," tandasnya.*** Any Christmiaty.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved