Headlines News :
Home » » Biar Sama Sakitnya Di Penjara, Damayanti Tekadkan Bongkar Semua Anggota DPR Yang Terima Suap

Biar Sama Sakitnya Di Penjara, Damayanti Tekadkan Bongkar Semua Anggota DPR Yang Terima Suap

Written By Infobreakingnews on Kamis, 12 Mei 2016 | 09.35

Jakarta, infobreakingnews - Tersangka suap proyek pembangunan jalan di Kempupera, yang juga mantan politisi PDI Perjuangan (PDI-P) Damayanti Wisnu Putranti siap buka-bukaan di persidangan. Sebab, tak lama lagi dirinya bakal menyusul Dirut PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir, yang perkaranya telah berproses di pengadilan.
"Saya sudah tekadkan akan membongkar semuanya, biar sama sama merasakan sakitnya hidup dipenjara dan terpisah dari keluarga, seperti yang saya rasakan." ungkap Damayanti, Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini kepada sejumlah wartawan, Kamis (12/5) di Gedung KPK.
Berkas Damayanti telah masuk tahap dua setelah dinyatakan lengkap. Selain Damayanti, Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan, perkara Julia Frasetyarini dan Dessy A Julia, rekan Damayanti, juga telah masuk tahap dua.
Damayanti berterimakasih kepada penyidik KPK yang telah menangani perkaranya dengan cepat hingga segera masuk persidangan.
"Terimakasih ke penyidik, karena selama penyidikan semua baik, tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya ngeri, ternyata ramah-ramah semua penyidiknya," ujarnya.
Damayanti ditangkap KPK pada 13 Januari 2016 dengan barang bukti uang sebesar SGD 404 ribu atau mencapai Rp 3,9 miliar. Damayanti ditangkap bersama Julia dan Desi karena menerima suap dari pengusaha Abdul Khoir untuk mengamankan proyek di Kempupera.
Dari perkembangan penanganan perkara keempatnya, KPK mentersangkakan dua rekan Damayanti di Komisi V DPR yaitu, dari Fraksi Golkar Budi Supriyanto dan dari Fraksi PAN Andi Taufan Tiro dari Fraksi PAN. Dalam kasus ini terungkap modus permainan proyek yang bersumber dari dana aspirasi anggota DPR di Komisi V.
Selain itu, KPK juga mentersangkakan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IX wilayah Maluku dan Maluku Utara terdapat nama Amran Hi Mustary. Dari tujuh orang tersangka baru Abdul Khoir yang perkaranya sudah berproses di pengadilan.*** Candra Wibawanti.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved