Headlines News :
Home » » Tak Terima Difitnah Narkoba, Keluarga Keraton Yogya Gugat Media Lokal

Tak Terima Difitnah Narkoba, Keluarga Keraton Yogya Gugat Media Lokal

Written By Infobreakingnews on Selasa, 12 April 2016 | 10.59

GKR Mangkubumi
Yogyakarta, infobreakingnews - Merasa dicemari nama baiknya atas tuduhan terlibat narkoba sebagaimana isi pesan berantai yang mengabarkan bahwa menantu Sri Sultan HB X, KPH Wironegoro, terjerat kasus narkoba dan diamankan pihak Kepolisian, membuat keluarga Keraton Yogyakarta gerah dan segera memprosesnya secara hukum.
Putri sulung Sultan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, menepis kabar berantai tersebut dan menyatakan bahwa media massa juga sudah terpengaruh. Karena itu menurut Mangkubumi, pihaknya segera akan meminta Kepolisian DIY, menyelidikan kasus penyebaran fitnah tersebut.
“Kami akan selidiki, siapa yang memulai. Berita hoax itu sudah mencemarkan nama baik,” ujar Mangkubumi, kepada infobreakingnews.com, Selasa (12/4).
Istri KPH Wironegoro itu juga mengkritik pemberitaan di sebagian media massa yang mengangkat isu tersebut. Menurutnya, sumber berita yang tidak jelas dikutip sehingga memperuncing masalah.
“Tidak jelas motivasinya apa, yang jelas, kami merasa kalau ini permainan kotor,” tegasnya.
Selain itu, Mangkubumi juga membantah kalau ibundanya, GKR Hemas mendatangi Mapolda DIY untuk membebaskan suaminya.
“Sangat tidak benar. Kasusnya juga tidak benar, lebih-lebih menyangkut-pautkan Ibu. Itu sudah keterlaluan,” ucapnya.
Diketahui, dalam pesan berantai yang diterima kalangan Kraton, juga menyebutkan bahwa GKR Hemas mendatangi Polda DIY agar melepas Wironegoro. Bahkan juga tertulis, gara-gara penangkapan tersebut Sri Sultan HB X buru-buru datang ke Yogyakarta usai mengikuti pertemuan nasional dengan Presiden Jokowi di Jakarta.
Mangkubumi mengaku sangat tersinggung dengan isi pesan berantai tersebut.
Namun, putri sulung Sri Sultan ini tidak mau berspekulasi, apakah isu itu sengaja dilontarkan lantaran suaminya mendaftar sebagai balon Walikota Yogya lewat Partai Gerindra, ataukah terkait dengan persoalan Keraton.
“Yang jelas ini sudah sangat menyakitkan. Saya membaca pemberitaan bahwa Polda DIY dan Badan Narkotika Nasional sudah membantah. Ini artinya, ada seseorang yang menghendaki nama baik Keraton hancur,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Mangkubumi, Keraton akan mendiskusikan hal tersebut dengan para pakar hukum, demi menindak-lanjuti pesan berantai tersebut, sekaligus melakukan gugatan hukum ke Pengadilan terhadap media lokal yang membesar besarkan beritanya. *** Yohanes Suroso.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved