Headlines News :
Home » » Tak Mau Jadi Buronan, Bos Agung Podomoro Ini Menyerahkan Diri Ke KPK

Tak Mau Jadi Buronan, Bos Agung Podomoro Ini Menyerahkan Diri Ke KPK

Written By Infobreakingnews on Sabtu, 02 April 2016 | 09.30

Ariesman wijaya (tengah)
Jakarta, infobreakingnews - Berbeda dengan Ketua Umum PSSI yang sampai saat ini menjadi burunan pihak berwajib, La Nyalla yang kabur keluar negeri karena takut mendekam dalam sel penjara, Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja,yang tidak mau masuk dalam Daftar Pencarian Orangt (DPO), langsung menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (1/4) malam. Ariesman menyerahkan diri setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap kepada Ketua Komisi D DPRD DKI, M Sanusi terkait pembahasan Raperda Zonasi dan Pulau-Pulau Kecil dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (Pantura). 
Tiba di Gedung KPK sekitar pukul 19.50 WIB, Ariesman datang seorang diri tanpa didampingi penasehat hukumnya dan langsung mendatangi pihak penyidik KPK di markas lembaga anti rasuah dikawasan Kuningan Jakarta.
Ariesman memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media mengenai kasus yang menjeratnya. Dengan dikawal sejumlah petugas, Ariesman yang mengenakan jas semi formal langsung masuk ke dalam Gedung KPK. Belum ada keterangan resmi dari KPK terkait penyerahan diri Ariesman ini.
Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha menyebut bahwa Ariesman sebelumnya telah menghubungi penyidik KPK. Dalam komunikasi tersebut, Ariesman mengaku akan menyerahkan diri. "Dia menyerahkan diri. Tadi dia menghubungi penyidik," kata Priharsa kepada infobreakingnews.com, Jumat (1/4) malam.
Diberitakan, kasus yang menjerat Ariesman bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Satgas KPK pada Kamis (31/3) malam. Dalam OTT ini, KPK mengamankan Ketua Komisi D DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, M Sanusi bersama koleganya bernama Geri di sebuah pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Selatan.
Penangkapan ini dilakukan setelah Sanusi menerima sejumlah uang dari Geri yang merupakan pemberian dari seorang karyawan PT Agung Podomoro Land bernama Triananda Prihantoro.
Tim Satgas KPK pun bergerak cepat dengan mengamankan Triananda di kantornya di kawasan Jakarta Barat, serta Sekretaris Direktur PT APL bernama Berlian di rumahnya daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Uang sebesar Rp 1 miliar dan Rp 140 juta yang diterima Sanusi diduga bagian dari commitment fee suap.
Suap yang diberikan Ariesman kepada Sanusi ini terkait pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) DKl Jakarta terkait Reklamasi, yakni Raperta tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.
Setelah diperiksa intensif, KPK menetapkan Sanusi sebagai pihak penerima suap dan dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Sementara Arieswan dan Triananda sebagai ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap.
Keduanya disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
Sebelumnya, usai memberikan keterangan terkait OTT ini, Ketua KPK, Agus Rahardjo Ariesman untuk bersikap koperatif. Hal ini lantaran tim penyidik masih mencari keberadaan Ariesman. Jika tak juga bersikap koperatif, Agus menegaskan KPK akan melakukan upaya paksa terhadap Ariesman untuk dihadirkan dan diperiksa penyidik. *** Raymond Sinaga.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved