Headlines News :
Home » » Setelah Devianti, Jaksa Fahri Ikut Ditahan KPK

Setelah Devianti, Jaksa Fahri Ikut Ditahan KPK

Written By Infobreakingnews on Rabu, 13 April 2016 | 08.30

Jakarta, infobreakingnews -Fahri Nurmallo, jaksa yang belum lama dimutasikan ke Semarang, dibawah ke markas KPK karena ikut terlibat  menerima suap kasus BPJS Subang. Fahri yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengamanan perkara korupsi dana BPJS Kabupaten Subang di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dijemput tim Jamwas dari Kejati Jawa Tengah yang merupakan tempatnya bekerja saat ini.
Fahri saat ini masih menjalani pemeriksaan penyidik KPK secara intensif. Fahri sedianya turut ditangkap Tim Satgas KPK bersama rekannya Jaksa Kejati Jabar, Devianti Rochaeni pada Senin (11/4) kemarin. Namun, Fahri yang sebelumnya Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar yang menangani perkara dugaan korupsi dana BPJS Kabupaten Subang telah dipindahtugaskan ke Kejati Jateng seminggu yang lalu.
"Bagaimana mau dibawa, orangnya (Fahri) tidak di Bandung (Kejati Jabar). Sudah seminggu lalu ke Semarang (Kejati Jateng). Pilihannya apakah kirim orang ke Semarang untuk bawa ke Jakarta atau secara sukarela menyerahkan diri, tapi kemudian ada janji dari pak Jamwas (Widyo Pramono) membawa yang bersangkutan ke KPK," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo.
Diketahui, dalam OTT pada Senin (11/4) kemarin, Tim Satgas KPK menangkap Devianti dan Leni Marliani setelah bertransaksi suap sebesar Rp 528 juta di Gedung Kejati Jabar. Leni merupakan istri dari Jajang Abdul Khoir, mantan Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi dana BPJS Kabupaten Subang Tahun 2014.
Uang ratusan juta itu diduga berasal dari Bupati Subang, Ojang Sohandi dan merupakan hasil kesepakatan Leni dengan mantan Fahri Nurmallo agar tuntutan Jaksa terhadap Jajang dalam perkara tersebut menjadi ringan. Tak hanya itu, Ojang diduga memberikan suap agar namanya tidak ikut terseret kasus korupsi BPJS tersebut.
Setelah pemeriksaan intensif, KPK menetapkan Ojang, Leni, dan Jajang sebagai tersangka pemberi suap. Ketiganya disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b dan atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Tak hanya itu, KPK juga menetapkan Deviyanti dan Fahri sebagai tersangka penerima suap. Kedua jaksa tersebut dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. *** Yohanes Suroso.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved