Headlines News :
Home » » Selain Sanusi, 23 Anggota DPRD DKI Disebut Terima Fulus Dari Agung Podomoro

Selain Sanusi, 23 Anggota DPRD DKI Disebut Terima Fulus Dari Agung Podomoro

Written By Infobreakingnews on Rabu, 06 April 2016 | 09.03

Aguan, Bos Agung Sedayu Group.
Jakarta, infobreakingnews - Pascapenetapan tersangka pada mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi oleh KPK, tersebar pesan berantai soal kasus suap tersebut. Pesan berantai itu berisi daftar nama-nama anggota dewan pemerintah DKI yang menerima suap dari pihak pengembang.

Selain politisi Gerindra. Muhammad Taufik wakil ketua DPRD DKI yang juga merupakan kakak kandung tersangka M. Sanusi, disebutkan juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra di DPRD DKI Prabowo Soenirman disebutkan mendapatkan jatah fulus dari pihak pengembang.


Dalam daftar tersebut terdapat 23 nama anggota dewan. Anggota dewan yang disebut diduga menerima suap berupa liburan ke luar negeri hingga mendapat mobil mewah.

Pembahasan raperda soal reklamasi dan zonasi jadi bola panas belakangan ini. Ada dua raperda yang dibahas, yakni Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) DKI Jakarta dan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Pembahasan dua raperda itu pun kerap mangkrak. Alasannya, rapat antara Badan Legislasi Daerah dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak pernah kuorum.

Isu raperda kian liar setelah dalam perjalanannya, pembahasan raperda reklamasi, KPK menetapkan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi sebagai tersangka penerima suap. Selain Sanusi, KPK juga menetapkan Karyawan PT APL Trinanda Prihantoro Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja dan Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja sebagai tersangka pemberi suap terkait pembahasan raperda.


Sampai dengan berita ini diturunkan, kabarnya pihak penyidik mulai mendata sejumlah nama anggota DPRD DKI yang akan diperiksa dalam kasus grand corruption yang disebut KPK ini *** Raymond Sinaga.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved