Headlines News :
Home » » Selain PPATK, Wartawan Investigasi Dunia Kantongi Nama Nama Pejabat Indonesia Yang Korup

Selain PPATK, Wartawan Investigasi Dunia Kantongi Nama Nama Pejabat Indonesia Yang Korup

Written By Infobreakingnews on Rabu, 06 April 2016 | 08.42

Jakarta, infobreakingnewsAset orang Indonesia di luar negeri melebihi Rp11.400 triliun. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sejak lama mengantongi data transaksi orang Indonesia, sebagian masuk dokumen Panama Papers, di luar negeri.

"Ada (data transaksinya) ke Panama, BVI, Cayman, Luksemburg, Swiss," kata Wakil Ketua PPATK Agus Santoso, Rabu (6/4/2016).


Guna menelusuri hal itu, PPATK bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dan Kejaksaan Agung untuk membuat satuan tugas. Data laporan hasil analisis (LHA) PPATK diberikan ke kedua lembaga tersebut.

Dokumen 'Panama Papers' menyebutkan sejumlah tokoh penting di seluruh dunia, termasuk pengusaha dan pejabat Indonesia yang diduga melakukan pencucian uang dan pengemplangan pajak melalui jasa kantor hukum di Panama, Mossack Fonseca.

Kejaksaan Agung akan memproses dugaan kasus penggelapan pajak yang dibeberkan dalam 'Panama Papers'. "Kalau ada indikasi (penggelapan pajak) seperti itu, kita minta penjelasan dari mereka (Kementerian Keuangan)," ujar Jaksa Agung HM Prasetyo.


Dengan tidak mengurangi rasa kagum pada pihak Kejaksaan Agung yang bermaksud akan menindaklanjuti temuan dunia ini, publik mengharapkan KPK juga harus bergerak cepat dan menunjukan keberaniannya untuk mengungkap mega korupsi yang nama nama pejabat kita justru sudah menjadi bahan perbincangan dikalangan tertentu pemegang rahasia Mossack Fonseca, serta sejumlah wartawan yang tergabung dalam komunitas wartawan investigasi dunia, dimana anggota nya merupakan para wartawan senior dari semua media besar dunia. *** Novie Koesdarman.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved