Headlines News :
Home » » Sanusi Mulai Jalani Pemeriksaan Sebagai Saksi Presdir PT Agung Podomoro Land

Sanusi Mulai Jalani Pemeriksaan Sebagai Saksi Presdir PT Agung Podomoro Land

Written By Infobreakingnews on Selasa, 05 April 2016 | 12.54


Jakarta, infobreakingnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Komisi D DPRD DKI, M Sanusi, Selasa (5/4/2016). Sanusi yang merupakan tersangka penerima suap diperiksa sebagai saksi untuk Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja yang disangka sebagai pemberi suap terkait pembahasan dua rancangan peraturan daerah (raperda) tentang reklamasi pantai utara Jakarta.
"Yang bersangkutan (Sanusi) akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AWJ (Ariesman Widjaja)," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/4/2016).
Sehari sebelumnya, penyidik KPK telah memeriksa Personal Assistant PT APL, Trinanda Prihantoro sebagai saksi untuk Sanusi. Yuyuk menyatakan pemeriksaan terhadap Trinanda masih berkaitan dengan pengembangan kasus dugaan suap terkait pembahasan dua raperda tentang reklamasi.
Selain itu, penyidik juga mengembangkan hasil operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (31/3.2016) malam yang menangkap Trinanda dan Sanusi.
"Yang jelas hasil pengembangan OTT dan didalami perkara reklamasi ini," katanya.
Selain menangkap Sanusi dan Trinanda, dalam OTT pekan lalu, KPK juga menyita uang sebesar Rp 1 miliar yang diduga suap dari Ariesman dan Trinanda kepada Sanusi untuk memuluskan pembahasan Raperda tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.
Sebelumnya, pada 28 Maret, dengan tujuan yang sama PT Agung Podomoro Land juga memberi suap sebesar Rp 1 miliar kepada Sanusi. 
Setelah pemeriksaan intensif, KPK menetapkan Sanusi sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan, Ariesman dan Trinanda ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Ketiga tersangka ditahan di tiga rutan berbeda. Ariesman ditahan di Rumah Tahanan Polres Jakarta Pusat‎, Trinanda Prihantoro ditahan di Rumah Tahanan Polres Jakarta Timur, sedangkan Sanusi ditahan di Rutan Polres Jaksel.
KPK memastikan pengusutan kasus ini tak berhenti hanya dengan menjerat ketiga orang itu saja karena diduga ada sejumlah pihak lain yang juga turut dalam kasus tersebut. Untuk itu, KPK telah meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kemkumham mencegah bos Agung Sedayu Grup, Sugianto Kusuma alias Aguan bepergian ke luar negeri selama enam bulan.
Hal tersebut dilakukan agar Aguan tidak berada di luar negeri saat akan dimintai keterangan. Dengan demikian, dapat dipastikan KPK akan segera memeriksa Aguan dalam waktu dekat ini.
Menurut Yuyuk, Aguan akan diperiksa terkait dugaan suap dalam pembahasan dua raperda tentang reklamasi. Pasalnya anak perusahaan Agung Sedayu, PT Kapuk Naga Indah adalah salah satu dari sembilan perusahaan yang terlibat dalam reklamasi 17 pulau di pantai utara Jakarta.
Tak hanya Aguan, KPK juga berencana memeriksa seluruh pihak yang terlibat atau mengetahui mengenai pembahasan dua raperda ini, termasuk memeriksa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik yang juga Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI. 
Hal ini lantaran Ahok, sapaan Basuki dan Taufik dinilai banyak mengetahui mengenai pembahasan dua raperda terkait reklamasi di pantai utara Jakarta tersebut. Apalagi, KPK telah menyegel ruangan Taufik yang tak lain kakak dari Sanusi. ***Candra Wibawanti
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved