Headlines News :
Home » » Diduga ada Aksi Korupsi, Proyek Stadion Mini Sepatan Timur Terbengkalai

Diduga ada Aksi Korupsi, Proyek Stadion Mini Sepatan Timur Terbengkalai

Written By Infobreakingnews on Selasa, 19 April 2016 | 21.20

Tangerang, infobreakingnews - Terkait pengadaan lahan untuk pembangunan stadion mini di Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, diduga ada oknum tertentu yang telah me-mark up anggarannya. Meskipun pada bulan lalu berbagai aksi moral telah dilakukan oleh ratusan anggota ormas dan LSM, hingga kini belum ada yang mampu menangkap oknum yang diduga merugikan negara hampir sebesar Rp 2 miliar tersebut.

Hal ini membuat Ketua Pokja Wartawan Tangerang, Bintang Terang, ikut mempertanyakan kinerja para penegak hukum yang dinilai masih belum bisa untuk menjalankan supremasi hukum di negeri ini.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang seharusnya tegas dalam mencari solusi dalam permasalahan ini karena sudah merugikan negara dengan begitu besar. Bila hal ini didiamkan, ini akan terus menerus terjadi dan akan berulang. Kabupaten Tangerang adalah lahan yang empuk bagi para koruptor, yang akan memperkaya diri sendiri tidak mementingkan rakyat Kabupaten Tangerang yang saat ini sedang gencar melakukan pembenahan di segala bidang." ungkap Bintang. 

“Kami dari Pokja akan terus mengawal jalannya kasus ini jangan sampai kasus ini mati suri atau di peti eskan oleh para pihak. Bila kasus pengadaan stadion mini tidak bisa di selesaikan oleh para penegak hukum yang berada di Kabupaten Tangerang, kami akan melaporkan kasus ini ke KPK bila perlu ke Mabes Polri. Meski konsekuensi tinggi yang akan kami dapatkan, ini atas dasar keinginan kami bersama bagaimana Kabupaten Tangerang
bebas dari para mafia dan koruptor," tambahnya.

"Sesuai data yang kami himpun di lapangan, ada surat pernyataan dari pemilik tanah dan saat kami konfimasi di kediaman pemilik tanah yang berlokasi di wilayah Depok, betul bahwa dia telah menjual tanahnya ke Pemda Kab.Tangerang dengan luas 2857 m2 dengan nomor SHM.41, surat ukur 4903 dengan atas nama Hj.Nunung Lasmini dan surat pernyataan itu ditandatangani pada tanggal 3 November 2015.”


Menurut Bintang, hal ini sudah membuktikan adanya permainan para mafia dengan koleganya meski Pemda Kabupaten Tangerang sudah membayar kepada pemilik dengan jumlah sesuai dengan berita acara sebesar Rp 1.150.000 per meter. Namun pada kenyataannya pihak pemilk hanya menerima sesuai dengan surat perjanjiannya sebesar Rp 250.000 per meter.  

“Ini jelas sudah masuk ke ranah korupsi dan ini akan terbukti di hadapan meja hijau siapa yang mendapatakan gratifikasi aliran dana dari pengadaan tanah stadion mini di Kecamatan Sepatan Timur. Kita harus waspada agar dana Pemda yang di dapatkan dari pajak kita semua tidak di hambur-hamburkan dan di korupsi oleh para mafia pengadaan lahan pemda.” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pertanahan Pemda Kabupaten Tangerang, Lukman Hakim belum bisa dimintai keterangan. ***Johanda Sianturi





Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved