Headlines News :
Home » » Politisi PAN Andi Topan Tiro Dan Amran Menggigil Jadi Tersangka KPK

Politisi PAN Andi Topan Tiro Dan Amran Menggigil Jadi Tersangka KPK

Written By Infobreakingnews on Kamis, 28 April 2016 | 09.48

Janggut Politisi PAN Andi Topan Tiro Mirip
Jakarta, infobreakingnews - Kasus dugaan suap terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) terus menyeret anggota Komisi V DPR lainnya. Setelah menjerat anggota Komisi V dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti dan anggota Komisi V dari Fraksi Golkar, Budi Supriyanto, giliran anggota Komisi V dari Fraksi PAN, Andi Taufan Tiro yang menjadi tersangka kasus tersebut.
"Dalam pengembangan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji kepada anggota DPR, KPK kembali menetapkan tersangka yaitu ATT (Andi Taufan Tiro), seorang Anggota DPR Komisi V," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati di gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/4).
Tak hanya Andi Taufan, dalam pengembangan kasus ini, KPK juga menetapkan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJN) IX wilayah Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary, sebagai tersangka. Seperti Damayanti dan Budi Supriyanto, Andi Taufan dan Amran diduga menerima uang suap dari Dirut PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir agar perusahaannya mendapat proyek jalan milik Kempupera di Maluku. "(Andi Taufan dan Amran). diduga menerima hadiah atau janji dari AKH (Abdul Khoir)," kata Yuyuk.
Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Andi Taufan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara Amran dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.
Diketahui, dalam surat dakwaan Abdul Khoir, suap ini diberikan agar Andi Taufan mengupayakan proyek-proyek dari program aspirasi DPR miliknya disalurkan ke Maluku dan Maluku Utara, serta menyepakati perusahaan Abdul Khoir sebagai pelaksana proyek tersebut. Proyek yang dimaksud adalah proyek Pembangunan Ruas Jalan Wayabula-Sofi senilai Rp 30 miliar serta proyek Peningkatan Ruang Jalan Wayabula-Sofi senilai Rp 70 miliar. Proyek tersebut berasal dari program aspirasi Andi Taufan Tiro selaku Ketua Kelompok Fraksi PAN Komisi V DPR. Atas proyek tersebut, Andi total mendapatkan uang sebesar Rp 7,6 miliar.
Sementara, Amran selaku Kepala BBPJN IX disebut dalam dakwaan Abdul Khoir menyodorkan data dana aspirasi milik para anggota Komisi V DPR dipergunakan untuk proyek mana dan berapa komisi yang didapat anggota Komisi V. Data berisi judul, nama jalan, nominal, dan kode para anggota Komisi V itu disodorkan Amran saat pertemuan di Hotel Ambhara pada Oktober 2015.*** Adriansyah Hrp.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved