Headlines News :
Home » » Mengenal Desa "Soles", Rumah dari Teh Pucuk Daun Kopi

Mengenal Desa "Soles", Rumah dari Teh Pucuk Daun Kopi

Written By Infobreakingnews on Jumat, 08 April 2016 | 10.54

Ambarawa, infobreakingnews - Dari namanya saja kita akan penasaran, ternyata dari pucuk daun kopi bisa dijadikan teh. Ini bisa kita temui jika kita singgah ke desa wisata Sodong Lestari atau yang biasa disebut “Soles”.

Sodong sendiri ialah dusun yang merupakan bagian dari desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Aroma daun kopi yang harum, rasanya yang mantap apalagi bisa ditambahkan jahe, serai, dan jeruk nipis yang langsung dipetik sendiri dari kebun. Dengan kemasan sachet teh 30 gram yang harganya hanya Rp 6000, pengunjung sudah bisa membawa oleh-oleh khas “Soles”.

Dusun Sodong yang 90% lebih masyarakatnya hidupnya bertani masih menggunakan sistem pertanian konvensional, sedikit demi sedikit mulai bergeser ke pertanian organik. Sejak Januari 2014 komunitas “Sodong Lestari” berdiri. Pencetusnya adalah Jarot Susanto. Dia yang lama hidup di Ibu Kota Jakarta pulang dan ingin mengembangkan desanya.

“Bali Ndeso Mbangun Deso” itu keinginannya. Bersama teman-teman yang peduli maka terbentuklah “Soles”/Sodong Lestari. Bisa diakses di www.sodonglestari.com.

Di wisata “Soles” lebih diutamakan “Green Education” atau pendidikan hijau, karena disini tamu akan belajar dan melihat serta mempraktekkan secara langsung cara menanam jagung, tomat, lombok (cabai), jahe, labu siam, dan berbagai macam sayur-sayuran. Dengan luas lahan 4.000 m2 yang awalnya hanya untuk pelatihan warga menjadi petani organik, dan membutuhkan waktu ± 3 tahun untuk mengolah tanahnya, tentunya dibutuhkan kerja ekstra untuk kebersihannya. Tiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 15.00 wib diadakan kerja bakti komunitas “Soles” dengan masyarakat sekitar dan anak-anak sekolah.

Kreatifitas “Soles” terbukti dengan adanya “Wayang Sayur”. Wayang yang terbuat dari bermacam-macam sayur, yang intinya untuk lebih mengenalkan masyarakat terlebih anak-anak agar menyukai sayur-sayuran yang sehat. Untuk gamelannya pun terbuat dari lodong (bambu untuk mengambil nira), yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga mengeluarkan bunyi yang berbeda.

Di “Soles” sendiri terdapat Sanggar Anak, Galeri Pengalaman, dan Usaha Bersama yang biasa disebut “Tiga Jendela”.

Te Kolonial, Teh yang Terbuat dari Pucuk Daun Kopi yang Menjadi Salah Satu Produk Khas Soles

Untuk lebih mengetahui kehidupan pedesaan maka disediakan Home Stay bagi yang ingin menginap dan lebih mengenal alam “Soles”. Berbagai paket outbound juga disiapkan, outbound untuk anak-anak sekolah dengan sistem pertanian yang dikemas dalam bentuk permainan/game, dan permainan-permainan yang berhubungan dengan pertanian. Banyak juga pengunjung dan tamu dari luar kota, antara lain Jakarta, Semarang, dan kota-kota besar lainnya, juga mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Semarang. Saat penulis di “Soles” kebetulan ada “Live In” anak-anak dari SMU Sedes Sapientiae yang sudah 3 hari berada disana.

Visi “Sodong Lestari” sendiri ingin menjadi sebuah komunitas yang  mengembangkan gaya hidup dengan belajar dan mengalami pentingnya hubungan baik dengan diri sendiri, sesama, alam semesta, dan Sang Pencipta.

Misi “Sodong Lestari” ingin mewujudkan masyarakat untuk memelihara keutuhan ciptaan dalam kehidupannya sehari-hari.

Visi dan Misi tersebut terbesit di pikiran Jarot ketika melihat warga yang notabene petani tetapi masih membeli sayuran dari luar/pedagang keliling. Juga pernah ada pertanyaan dari anak-anak kecil yang menanyakan “Pohon Nasi” itu seperti apa? Pertanyaan ini membuat Jarot lebih bersemangat untuk mengenalkan pertanian lebih mendalam kepada anak-anak kecil.


Keinginan Jarot untuk menarik wisatawan dari luar daerah dan luar negeri patut diacungi jempol. Diperlukan partisipasi dari berbagai pihak dan pemerintah untuk ikut serta memikirkan pariwisata “Soles” agar lebih dikenal dan berkembang. ***Budianto
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved