Headlines News :
Home » » KPK Terkesan Sangat Hati Hati Menentukan Sudung Dan Tomo Sebagai Tersangka Penerima Suap

KPK Terkesan Sangat Hati Hati Menentukan Sudung Dan Tomo Sebagai Tersangka Penerima Suap

Written By Infobreakingnews on Selasa, 05 April 2016 | 17.38

Sudung Situmorang
Jakarta, infobreakingnews - Kasus yang satu ini menjadi perhatian serius kalangan praktisi hukum, karena baru kali ini terjadi dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK masih belum bersikap tegas bahkan terkesan terlalu hati hati dalam menentukan oknum jaksa Kejati DKI yang diduga kuat akan menerima uang suap hampir mendekati Rp 2 miliar dslsm bentuk uang asing, yang ikut disita dalam penyergapan 3 tersangka pemberi suap dari pihak PT Brantas Abipraya (PT BA).
Sampai saat ini KPK belum menetapkan tersangka penerima suap. Hal ini tidak seperti biasanya dilakukan oleh KPK, apakah karena di KPK banyak anggota penyiidiknya dari kalangan jaksa yang diperbantukan pada KPK.

Secara realistis apa yang dimaksudkan oleh pihak PT.BA berkeinginan menghentikan perkara yang sedang diperiksa itu berada dijalu yang sangat tepat, yaitu Aspidsus dan Kepala Kejati DKI.


Kedua pejabat penting Sudung Situmorng dan aspidsusnya Tomo Sitepu langsung diperiksa KPK hingga subuh hari Kamis (31/3),untuk pemeriksaan pertama kali, dan kini Jaksa Agung Prasetyo memerintahkan Jampidsusnya, widyo Pramono untuk segera melakukan pemeriksaan pelanggaran kode etik Adhyaksa internal terhadap Sudung dan Tomo.

KPK memastikan penanganan terkait kode etik kedua jaksa itu tidak menghalangi lembaga antirasuah untuk memproses Sudung dan Tomo. Dalam waktu dekat, keduanya bakal dipanggil kembali untuk menjalani pemeriksaan.

"Kita akan tetap memproses dan kasusnya tetap ada di KPK. Secepatnya akan diperiksa, semoga dalam minggu ini," ucap Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2016). *** Candra Wibawanti.

 


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved