Headlines News :
Home » » KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah dari Ruang Kerja Sanusi

KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah dari Ruang Kerja Sanusi

Written By Infobreakingnews on Kamis, 07 April 2016 | 13.55


Jakarta, infobreakingnews - Dalam penggeledahan ruang kerja Ketua Komisi D DPRD DKI, M Sanusi Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah uang bernilai ratusan juta rupiah. Dari ruang kerja tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan dua rancangan peraturan daerah (raperda) tentang reklamasi pantai utara Jakarta tersebut, penyidik menyita uang berbentuk pecahan Rp 100.000 dalam 85 bundel.
"Dalam penggeledahan ruang kerja MSN (M Sanusi) penyidik temukan uang pecahan Rp 100.000 dalam 85 bundel," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (7/4/2016).
Jika satu bundel berisi 100 lembar, maka uang yang disita penyidik berjumlah sekitar Rp 850 juta. Meski demikian, Priharsa mengaku dirinya belum mengetahui keterkaitan antara uang tersebut dengan pembahasan Raperda tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara. Hingga kini, tim penyidik masih mendalami uang asal usul dan peruntukan tersebut.
"Sementara ini masih didalami uang tersebut karena baru disita akhir pekan lalu," katanya.
Seperti diberitakan, dalam OTT pada Kamis (31/3/2016), KPK menangkap Sanusi lantaran diduga menerima suap dari karyawan PT Agung Podomoro Land, Trinanda Prihantoro yang diperintahkan oleh Ariesman. Selain menangkap Sanusi dan Trinanda, KPK juga menyita uang sebesar Rp 1 miliar yang diduga suap dari Ariesman dan Trinanda kepada Sanusi untuk memuluskan pembahasan dua raperda tentang reklamasi pantai utara Jakarta. Sebelumnya, pada 28 Maret, Sanusi juga menerima uang suap dari PT Agung Podomoro Land sebesar Rp 1 miliar untuk tujuan yang sama. ***Jerry Art
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved