Headlines News :
Home » » KPK Akui Belum Maksimal Rawat Barang Sitaan Koruptor

KPK Akui Belum Maksimal Rawat Barang Sitaan Koruptor

Written By Infobreakingnews on Selasa, 26 April 2016 | 10.07

Barang Sitaan KPK Yang Berkarat
Jakarta, infobreakingnews - Komisi Pemberantasan Korupsi mengakui ada kesalahan dalam mengurus barang sitaan. Alhasil benda-benda di rumah penyimpanan benda sitaan negara rusak.

Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan, permasalahan ini tak lepas dari putusan kasus yang terlambat dikirim. Akibatnya, barang sitaan lebih lama menginap di rumah penyimpanan benda sitaan negara sehingga menurun nilai jualnya.

"Ini rupbasan punya KPK juga ada masalah ke depan kita akan melakukan langkah-langkah supaya barang kita enggak merosot nilainya," kata Agus di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (26/4).

Menurut dia, salah satu pilihan yang ingin diajukan KPK dengan mengambil inisiatif menjual barang sitaan tanpa sepersetujuan pemiliknya. Hal ini supaya harga jual tidak terlalu berkurang.

Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif mengakui bila lembaganya belum optimal memanfaatkan barang sitaan ini. KPK, lanjut dia, belajar dari negara lain membuat Unit Alat Bukti dan Eksekusi (Labuksi) dan mengoptimalkan gedung baru KPK.

"Mudah-mudahan pindah di kantor baru barang-barang sitaan bisa lebih terawat lebih baik dan tidak mengulang kesalahan," beber Laode.

Sementara itu, pimpinan KPK lainnya, Saut Situmorang, mengakui bila ada keterlambatan dalam penjualan barang sitaan ini. Dia pun ingin ke depan barang sitaan bisa dijual lebih cepat.

"Negara-negara ASEAN melakukan itu tapi kita lelet semua. Kalau itu mobil tersangka jual saja, itu mengenai barang bukti," jelas Saut.

Dia menilai, barang bukti berupa mobil pemadam, ambulans, bisa saja diberikan ke pemerintahan daerah. Hal ini lebih baik dari pada kendaraan-kendaraan ini karatan di rupbasan.

"Kalau di negara lain barang-barang itu dimanfaatkan dari pada jadi besi tua dan kita tidak tahu, kan pemadam kebakaran bisa dipakai. Ini kan negara kita tinggal bagaimana melakukan inovasi," Ungkap Saut.

Sebelumnya, Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Jakarta Pusat Fifi Firda mengakui bila kondisi barang sitaan kasus korupsi terbengkalai. Pasalnya, perawatan barang sitaan terbentur anggaran.

Rupbasan hanya diberi dana Rp24 juta per tahun untuk satu kompleks penyimpanan barang sitaan. Sementara, saat ini, ada 110 unit yang terdiri dari kendaraan roda empat atau lebih serta 35 unit kendaraan bermotor, dan barang sitaan lainnya yang menjadi tanggung jawab mereka.

Fifi mengaku sulit merawat barang sitaan yang telah ada sejak 2007 dan mulai berkarat ini. Mereka juga kesulitan menata kendaraan sitaan yang bertambah di lokasi yang persis berada di belakang LP Cipinang ini.

" Akhirnya, kebanyakan kendaraan tak terurus. Apalagi, sekitar 40 unit mobil sitaan tak disertai kunci sehingga tak bisa dipanaskan." ungkap Fifi. *** Buce D.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved