Headlines News :
Home » » Kejagung Siapkan Eksekusi Mati Bandar Narkoba Jilid III

Kejagung Siapkan Eksekusi Mati Bandar Narkoba Jilid III

Written By Infobreakingnews on Selasa, 19 April 2016 | 08.17

Jakarta, infobreakingnewsKejaksaan Agung (Kejagung) dipastikan akan kembali mengeksekusi terpidana mati kasus narkoba tahap III dalam waktu dekat. Saat ini, Kejagung sendiri masih menginventarisir siapa-siapa saja yang akan masuk dalam daftar hitam penghadap tim regu tembak.
Inventarisir tersebut, termasuk 10 orang terpidana mati kasus narkoba yang sudah berkekuatan hukum tetap atau incracht oleh Mahkamah Agung (MA) yang disodorkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI.
"Terpidana mati dalam perkara Narkoba yang sudah incracht. di MA ada sekitar 10 terpidana mati, namun berapa yang di eksekusi masih verifikasi," kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Waluyo, Senin (18/4).
Dijelaskan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), sepanjang periode 2015 sampai April 2016 ini, sudah menuntut hukuman mati sebanyak 43 orang tersangka.
Diantaranya, terpidana mati yang ditangani Kejari Jakarta Utara yakni Cheng Tin Kei, anggota kartel sabu seberat 360 kg asal Hongkong. Putusan tersebut baru diambil oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Senin 7 Maret 2016 lalu.
"Dari tuntutan sebanyak 43 orang oleh JPU, sudah ada yang diputus oleh Pengadilan tingkat pertama. Namun masih menungu upaya hukum lainnya seperti ada yang banding dan kasasi," ucapnya.
Sementara di Kejaksaan Tinggi Banten juga ada terpidana mati yang sudah incracht. Diantaranya Kelompok Tangerang Nine yang sudah divonis hukuman mati. Masing-masing Benny Sudrajat alias Tandi Winardi, Iming Santoso alias Budhi Cipto, keduanya Warga Negara Indonesia.
Selain itu lima warga negara China yakni Gan Chunyi, Zhu Xuxiong, Zhang Manquan, Chen Hongxin dan Jian Yuxin. Sedangkan seorang warga negara Prancis Serge Areski Atlaoui serta warga negara Belanda Nicolaas Garnick Josephus Gerardus alias Dick juga sudah dimasukan dalam daftar.
Jaksa Agung HM Prasetyo sendiri menegaskan, eksekusi mati hanya akan dilakukan kepada terpidana kasus narkoba, baik itu yang melibatkan Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Namun demikian, terkait jumlah dan waktu pelaksaan belum bisa diungkap lantaran sedang diverifikasi.
"Kami belum bisa pastikan kapan (pelaksanaan eksekusi mati). Sedang dikoordinasikan lagi. Tapi yang jelas ada WNI dan WNA yang akan dieksekusi," kata Jaksa Agung Prasetyo.
Pelaksanan eksekusi, dijelaskan Prasetyo, bukan pekerjaan yang mudah. Alasannya, banyak terpidana mati yang sengaja mengulur-ulur waktu dengan memanfaatkan upaya hukum lain seperti banding, kasasi hingga permintaan grasi kepada presiden.
"Bahkan ada proses hukum yang tidak lazim. Kami (Kejaksan) malah digugat ke PTUN. Padahal, tidak seharusnya kami digugat di sana," ucap Prasetyo.
Menurut Prasetyo, pelaksanaan eksekusi tahap III dilakukan mengingat Indonesia memang sudah masuk dalam negara gawat narkoba. Diperlukan upaya tegas dari semua pihak guna menekan angka peredaran narkoba. *** Raymond Sinaga.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved