Headlines News :
Home » » Kebohongan Polisi Diungkapkan Sejumlah Saksi Dalam Perkara Yeung Man Fun

Kebohongan Polisi Diungkapkan Sejumlah Saksi Dalam Perkara Yeung Man Fun

Written By Infobreakingnews on Rabu, 06 April 2016 | 19.49

Foto Liu Chun Kit Yang Didapat Dari Passportnya Di Management Ibis
Jakarta, infobreakingnews - Kasus dugaan salah tangkap terhadap Yeung Man Fun kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (6/4) dengan acara pemeriksaan dua orang saksi yang meringankan posisi terdakwa Yeung Man Fun yang dituduhkan Polisi sebagai pemilik 520 ribu pil ekstasi.

Saksi Sukatno yang merupakan tenaga ahli di appartement Jayakarta yang juga dikenal dengan sebutan appaartemen Ibis, menerangkan dibawah sumpah, bahwa dirinya pada tanggal 10 September 2015 itu atas perintah Deden sebagai atasannya yang juga dikenal sebagai Chief Sekuriti Apartemen Ibis, untuk membongkar pintu kamar 1123 dengan disaksikan oleh 4 orang anggota Polisi dari Polda Metro Jaya.

" Saya bongkar dengan obeng lalu membuka slot pintu kamar 1123 itu Yang Mulia" ungkap Sukatno menjawab pertanyaan Hakim Ibnu yang mempinpin jalannya persidangan.

"Setelah pintu kamar terbuka, saya melihat seorang diantara anggota Polisi bersama Deden mamsuk kedalam ruangan, dan saya sendiri langsung bergegas kembali keruangan bawah." lanjut Sukatno yang sudah bekerja sebagai tehnisi selama Sepuluh Tahun disitu.

Lalu sekitar 30 menit kemudian Deden kembali memanggil saksi Sukatno agar menutup pintu kembali sekaligus memperbaiki slot pintu yang dibongkarnya dengan obeng tadi, dan masih melihat 4 orang anggota Polisi bersama Deden berada diruang tamu kamar sebelum menutupnya.

Keganjilan itu semakin jelas dengan kesaksian saksi Kun Supriadi yang bertugas sebagai anggota Sekuriti yang juga sudah bekerja hampir selama 11 tahun di apartement Ibis, dibawah sumpah menerangkan pada tanggal 8 September 2015, sebelum pembongkaran paksa pintu oleh itu, melihat adanya pengiriman barang sebanyak 40 dus ukuran sedang berwarna putih dan diterima oleh yang fotonya sama dengan yang dilihatnya, yang belakangan diketahui bernama Liu Chun Kit, yang merupakan pemilik kamar 1123 itu.

" Katanya ke 40 Dus berwarna putih itu adalah Kosmetik pak Hakim. " kata Kun menjawab pertanyaan salah seorang penasehat hukum Yeung Man Fun.

Kedua saksi terutama Kun Supriadi, sama sekali belum pernah bertemu dengan Yeung Man Fun yang dijadikan sebagai terdakwa, karena berbeda dengan Liu Cing Kit yang pernah dijumpainya saat menerima kiriman barang yang belakangan ternyata berisi narkoba jenis ekstasi sebanyak 520 ribu pil yang dibungkus dalam 53 dus berwarna Silver, sebagaimana yang pernah disampaikan saksi Polisi dipersidangan sebelumnya.

Dengan terungkapnya banyak kebohongan anggota Polisi itu membuat Jane, sang ibunda yang selalu mendampingi anak tunggalnya Yeung Man Fun, sujud sambil menangis berterima kasih pada kesaksian yang berani dari kedua saksi diatas. Sebelumnya pada pekan lalu, saksi Sandy, pegawai pengiriman jasa Ali Baba Ekspres, yang dihadirkan JPU juga menyebutkan mister Liu alias Liu Chun Kit yang ditemuinya sebagai penerima kiriman barang narkoba dari Cina, bukan Yeung Man Fun yang dijadikan terdakwa.

"Saya berharap dan terus berdoa kepada Tuhan, agar bapak Hakim diberikan kekuatan dan kesehatan, agar nanti membebaskan anak saya Yeung Man Fun dari tuntutan jaksa. Saya sangat yakin sama anak saya tak pernah berurusan dengan narkoba." kata Jane sambil sujud mencium lantai Pengadilan dihadapan wartawan. *** Emil F Simatupang.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved