Headlines News :
Home » » ICW Sarankan Presiden Mengganti Jaksa Agung Dan Perintahkan BIN Tangkap Riza Chalid

ICW Sarankan Presiden Mengganti Jaksa Agung Dan Perintahkan BIN Tangkap Riza Chalid

Written By Infobreakingnews on Senin, 25 April 2016 | 07.54

Riza Chalid Yang Tak Mampu Ditangkap
Jakarta, infobreakingnews – Kini publik benar benar menantang Badan Intelijen Negara (BIN)  apakah mampui menangkap tersangka pemukatan jahat, Riza Cahlid, yang hingga kini kabur entah kemana. " Mustinya BIN sangat mampu menangkap Riza Chalid, setelah sukses menangkap terpidana koruptor BLBI Samadikun Hartono yang selama 13 tahun bersembunyi di China" kata Emerson Yuntho.
Oleh karena itu, Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengkhawatirkan diendapkannya penanganan dugaan permufakatan jahat yang melibatkan politisi Partai Golkar Setya Novanto oleh Kejaksaan Agung berbau politis.
"Muncul kekhawatiran (pengendapan) itu adanya deal-deal politik dimana jaksa agung adalah eks-orang parpol dan Setya Novanto orang parpol juga," katanya kepada infobreakingnews.com, Senin (25/4) di Jakarta.
Seperti diketahui, penanganan penyelidikan rekaman 'Papa Minta Saham' oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) mangkrak padahal Kejagung sudah 'koar-koar' sejak Desember 2015 meyakini adanya unsur dugaan korupsi.
Kejagung saat itu begitu bernafsu padahal kasusnya masih dalam tahap penyelidikan alias pengumpulan bukti bahkan berani menyatakan adanya permufakatan jahat antara Setya Novanto, pengusaha Riza Chalid dan Ma'roef Syamsuddin saat itu mejabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.
Kejagung mencoba mencuri start padahal kasus yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said itu masih ditangani Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
Karena itu, kata dia, pengendapan penyelidikan kasus itu patut dipertanyakan karena tidak adanya kejelasan. Seperti Riza Chalid yang sampai sekarang tidak memenuhi panggilan Kejagung, kata dia, yang menjadi pertanyaannya kenapa Kejagung tidak meminta Polri untuk mengeluarkan red notice.
"Atau mengajukan pencekalan ke imigrasi, dari sini sudah terlihat adanya unsur politis penanganan kasus itu," katanya.
Kekhawatiran dan dugaan ICW diatas sangat beralasan. Jaringan pengaruh dan cengkeraman Riza Chalid yang dijuluki The Gasoline Godfather alias rajanya raja minyak tersebut cukup kuat. Kalau hanya sekadar 'menghilang' dan menekan atau melakukan deal dengan segelintir elite di Jakarta sih tidaklah terlalu sulit.

Apalagi, mengutip pernyataan Setya Novanto dalam rekaman pertemuan medio 2015 tersebut, bahwa Riza adalah "Sang Pengatur" yang bisa membuat semua orang happy (bahagia/senang).
Setya menyebut kata happy ini dua kali dalam transkrip rekaman tersebut. “Udah tahu lahkan Pak Luhut (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Panjaitan) lapor semua pertemuan itu kalau Bung Riza semua yang ngatur,” kata politisi Golkar itu. Kemudian dalam bagian rekaman yang lain, “Kita happy Pak, kalau Bung Riza yang mengatur,” katanya lagi.
Melihat sepak terjang Riza tersebut, jangan-jangan upaya dirinya menghilang agar kasus ini dihentikan juga bagian dari strategi mengatur agar semua happy? Bagi ICW, patut diduga kuat bahwa upaya mengerem kasus ini tidak terlepas dari deal politik.

"Jaksa agung yang berasal dari parpol memang berpotensi bisa terjadi deal-deal politik," tegasnya
Sebelumnya Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan penanganan kasus itu diendapkan dahulu karena ketiadaan saksi Riza Chalid.

"Kami endapkan dulu," katanya di Jakarta, Jumat (15/4).
Melihat kinerja seperti, ICW mendesak Presiden RI mencopot Jaksa Agung yang berasal dari politik itu karena kinerjanya yang buruk. Jangan-jangan, mengganti seorang Jaksa Agung saja belum cukup untuk mengungkapkan kasus ini. Kita dukung langkah tegas Joko Widodo.*** Jerry Art.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved