Headlines News :
Home » » Dunia Mengecam Donald Trump Terkait Aborsi

Dunia Mengecam Donald Trump Terkait Aborsi

Written By Infobreakingnews on Jumat, 01 April 2016 | 16.23

Washington, infobreakingnews -  Bakal calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, memicu amarah publik ketika menyebut wanita yang melakukan aborsi secara ilegal seharusnya mendapat hukuman.

Hal itu disampaikan Trump untuk menjawab pertanyaan dari pembaca acara MSNBC Chris Matthews yaitu 'Apakah Anda percaya dengan hukuman untuk aborsi, ya atau tidak?'. Demikian dilansir AFP, Kamis (31/3/2016).

"Untuk wanita?" tanya pembaca acara. "Ya, harus ada hukuman," kata Trump merespons, usai menyebut 'larangan' untuk prosedurnya.

Sementara itu, bakal calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, turut mengomentari pernyataan Trump itu. "Hanya ketika Anda pikir itu tidak bisa lebih buruk. Pernyataan mengerikan," ucap Clinton melalui Twitter-nya.

Dia dan anggota parlemen Demokrat adalah pembela hak perempuan untuk melakukan aborsi. Prosedur medis masih ditentang keras oleh banyak Partai Republik, empat dekade setelah Mahkamah Agung AS menegaskan legalitas nasional.

Pihak kampanye Trump kemudian mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa aborsi harus dilarang oleh pengadilan federal atau negara AS. "Dokter atau orang lain yang melakukan tindakan ilegal ini pada seorang wanita akan bertanggung jawab secara hukum, bukan wanitanya," demikian disampaikan.

"Wanita itu adalah korban dalam kasus ini seperti kehidupan di rahimnya. Posisi saya tidak berubah -.Seperti Ronald Reagan, saya pro-kehidupan dengan pengecualian," lanjutnya. 

Trump, yang menduduki posisi berlawanan tentang aborsi pada masa lalu, mengatakan perempuan harus menerima "beberapa bentuk hukuman" jika praktek tersebut dilarang di Amerika. Pernyataan itu memicu kritik keras dari kedua pihak yang terlibat dalam perdebatan tentang aborsi, termasuk rivalnya dalam persaingan menuju Gedung Putih.

Kandidat terkuat untuk mewakili Demokrat bertarung pada pemilu November mendatang, Hillary Clinton, menanggapi komentar Trump tersebut dengan mengatakan bahwa itu "mengerikan".

Setelah mendapat banyak kecaman dan kritik, Trump segera mengklarifikasi pernyataannya. Ia mengatakan kepada saluran MSNBC bahwa isu aborsi harus dikendalikan pemerintah, kemudian menyebutkan dokter yang melakukan metode itu harus bertanggung jawab.

"Dokter atau siapa saja yang melakukan tindakan terlarang itu terhadap wanita harus bertanggung jawab, bukan wanita tersebut. Wanita adalah korban dalam kasus ini karena ada nyawa di dalam rahimnya," kata Trump dalam pernyataan terbaru,Kamis (31/3). *** Novi Koesdarman.



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved