Headlines News :
Home » » Ahok Tuding BPK Sembunyikan Kebenaran Fakta

Ahok Tuding BPK Sembunyikan Kebenaran Fakta

Written By Infobreakingnews on Rabu, 13 April 2016 | 07.48

Jakarta, infobreakingnews - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menuding Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyembunyikan data dalam audit investigatif terkait pembelian lahan oleh Pemprov DKI untuk pembangunan RS Sumber Waras. Hal itu disampaikan Ahok, sapaan Basuki usai dimintai keterangan selama lebih dari 12 jam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelidikan kasus pembelian lahan untuk pembangunan RS Sumber Waras, Selasa (14/2) malam.
Ahok menyatakan, BPK meminta pihaknya untuk melakukan hal yang tidak dapat dilakukan Pemprov DKI. Salah satunya, membatalkan transaksi pembelian lahan RS Sumber Waras.
"(BPK) suruh untuk membatalkan transaksi beli rumah sakit, mana bisa?," kata Ahok di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/4) malam.
Menurut Ahok, transaksi tersebut tidak dapat dibatalkan karena dilakukan secara terang dan tunai. Apalagi, dengan membatalkan transaksi, Yayasan Sumber Waras harus membeli kembali lahan tersebut. Menurutnya, Sumber Waras dipastikan tidak akan mau membeli kembali lahan tersebut dengan harga saat ini. Sementara jika menggunakan harga lama saat dibeli Pemprov DKI, dapat dipastikan adanya kerugian negara.
"Kalau dibalikkan harus jual balik. Kalau jual balik, mau nggak Sumber Waras beli harga baru? Kalau pakai harga lama kerugian negara, itu saja," tegasnya.
Selama lebih dari 12 jam dimintai keterangan, Ahok mengaku dicecar tim penyelidik dengan 50 pertanyaan. Salah satu poin yang dipertanyakan tim penyelidik, yakni mengenai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan Sumber Waras pada 2013 yang ditentukan Gubernur DKI saat itu, Joko Widodo.
Menurut Ahok, BPK tidak perlu meminta keterangan Jokowi terkait penetapan NJOP. Hal ini lantaran pihaknya hanya menandatangani penetapan harga lahan yang telah dihitung oleh tim teknik.
"Dia (Tim penyelidik) tanya juga (soal keterangan Jokowi). Penjelasannya itu kan dihitung dari tim teknik, kami hanya tanda tangan penetapan. Jadi tidak ada hubungan (dengan Jokowi)," katanya.
Meski demikian, Ahok enggan menjelaskan lebih jauh mengenai perbedaan NJOP seperti yang disebut BPK dalam audit investigatifnya. Menurut Ahok, hal tersebut telah disampaikannya kepada tim penyelidik KPK.*** Raymond Sinaga.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved