Headlines News :
Home » » Ahok Beberkan 4 Perlawanan Rustam Effendi

Ahok Beberkan 4 Perlawanan Rustam Effendi

Written By Infobreakingnews on Selasa, 26 April 2016 | 09.53

Jakarta, infobreakingnews - Basuki Tjahaja Purnama mengaku beberapa kali menyentil Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi. Terakhir, Gubernur DKI Jakarta itu mengomeli Rustam karena wilayah Pademangan banjir.

Basuki alias Ahok marah lantaran Rustam tidak konsisten menerangkan penyebab banjir di Pademangan dalam rapat terbuka, Jumat 22 April. Ahok juga kesal dengan Rustam karena tidak berani mengusir warga yang tinggal di aliran air.

Saking kesal, Ahok sempat menyatakan, "Jangan-jangan (Rustam) satu pihak sama Yusril." Yusril Ihza Mahendra adalah bakal calon gubernur DKI Jakarta untuk Pilkada 2017.

Ternyata, itu bukan pertama kali Ahok memarahi Rustam. Pria asal Kecamatan Gantong, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, ini mengaku pernah memanggil Rustam karena Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung Cilincing, banjir.

Padahal, menurut Ahok, KBN tak mungkin banjir karena air laut saat itu belum pasang. Ahok menduga ada oknum yang sengaja menyumbat saluran air. Rustam berdalih KBN banjir karena air laut pasang.

"Saya bilang 'Hei kamu jangan terlalu banyak main politk loh'. Terus kata dia, 'Enggak pak, saya enggak pak'," kata Ahok meniru ucapan Rustam di Lapangan IRTI, Jakarta Pusat, Senin (25/4/2016).

Setelah kasus di KBN, ada lagi kinerja Rustam yang Ahok rasa kurang maksimal. Pada suatu hari, Ahok menghadiri resepsi di daerah Warakas. Di sana, ia mendapati sampah berserakan.

Ahok memanggil dan meminta Rustam memantau kinerja lurah Warakas. Rustam malah membela si lurah. Ahok pun kesal.

Menjelang penggusuran bangunan di kawasan Kalijodo, Rustam kembali berulah. Saat Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi mengeluarkan Surat Peringatan pertama (SP 1) ke warga Kalijodo, Rustam malah mengeluarkan surat sosialisasi.

"Dia waktu itu enggak mau (mengeluarkan SP 1). Dia kirimnya sosialisasi. Di mana ada surat sosialisasi dari pemerintah?" ketus Ahok.

Untuk diketahui, kawasan Kalijodo masuk wilayah administrasi Kota Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Bangunan di Kalijodo dibongkar pada Senin 29 Februari, untuk ruang terbuka hijau.

Baru-baru ini, Rustam melawan Ahok soal pembenahan bangunan liar di kawasan Pasar Ikan. "Dia ngotot tidak mau bongkar. Aset Pasar Jaya kok, tapi dia tidak mau bergerak," cerita Ahok.

Jumat akhir pekan lalu, Rustam disemprot Ahok di forum terbuka karena Pademangan banjir hingga muncul dugaan Rustam pendukung Yusril. Hari ini, Ahok menyatakan, soal perkataannya Rustam di kubu Yusril hanya guyonan.

Rustam, ternyata serius menanggapi pernyataan itu. Melalui akun media sosial, Rustam menegaskan, penilaian ia bersekongkol dengan Yusril tidak benar dan menjurus fitnah.

"Jika ada yang menilai bahwa saya bersekutu dengan tokoh politik atau bakal calon gubernur/wakil gubernur dalam Pilkada DKI 2017, saya nyatakan tidak benar dan tidak beralasan sama sekali," tulis Rustam di media sosial.*** Yakub Pranata.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved