Headlines News :
Home » » Mengungkap Mega Korupsi Dibalik Kebangkrutan Merpati Nusantara Airlines

Mengungkap Mega Korupsi Dibalik Kebangkrutan Merpati Nusantara Airlines

Written By Infobreakingnews on Selasa, 29 Maret 2016 | 03.21

Seorang Mantan Pegawai Merpati Sampai Tertidur, Karena Lelah Menunggu Sidang Diantara Puluhan Temannya, Di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Jakarta, infobreakingnews - Kasus PT. Merpati Nusantara Airways (MNA) yang sesungguhnya menyimpan serangkaian penyimpangan hukum yang dilakukan oleh pihak management secara internal maupun ekstrnal, kini berujung di Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat.

Anehnya kasus ini berujung pailit sekalipun Rp 350 miliar telah dikucurkan untuk membayar sebagian tunggakan gaji pegawai PT.MNA. Hal ini akibat kebijakan yang dilakukan oleh Dirut PT, MNA, Kapten Asep Eka Nugraha, terindikasi menyimpang dan melanggar hukum. Apalagi sejak awal hingga berujung dimeja hijau pengadilan, pihak kuasa hukum MNA tidak mampu menunjukan SK Pengangkatan Asep Eka Nugraha sebagai dirut sesuai ADRT PT.MNA.

Ratusan pegawai MNA yang nasibnya belum mendapatkan kepastian hukum, hingga kini menunggu campur tangan Presiden Joko Widodo, untuk mendapatkan hak mereka yang selama ini belum mendapatkan uang pesangon atas berhentinya bisnis penerbangan plat merah itu.

Kasus mega korupsi yang terjadi dalam kebangkrutan MNA ini sejak 2014 lalu sudah direkomendasikan oleh Komisi VI DPR agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigasi terhadap PT.Merpati Nusantara Airlines (Persero), karena diduga telah terjadi penyimpangan hukum yang mengakibatkan kerugian negara berkisar Rp 2 triliun lebih.

Bahkan lebih dari itu Komisi VI telah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penegak hukum terkait agar mengusut masalah pengadaan MA-60 PT. MNA dari Xian Aircraft Industry (Group) Co.Ltd, dengan kontrak nomor A.4/ADD/A/01/IV/2010 yang terindikasi tindak pidana korupsi.

Selain menyisahkan sejumlah pegawai MNA yang nasibnya sampai kini belum menerima uang pesangon dan hak lainnya, aset MNA seperti sejumlah pesawat dan aset berharga lainnya, kini menjadi onggokan bangkai di Surabaya dan beberapa tempat lainnya.

" Lambatnya penyelesaian kasus PT, MNA ini akibat dugaan keras CEO PT. MNA bermain kotor dengan sejumlah oknum petinggi di Kementerian BUMN sebagai salah satu pemegang saham MNA. " ungkap Ery salah satu pegawai PT.MNA kepada infobreakingnews.com, Senin (28/3/2016) di Pengadilan Jakarta Pusat.

"Kami mendesak KPK agar segera melakukana terobosan untuk membedah kasus ini karena lambatnya penyelesaian akibat banyaknya yang bermain dalam kasus ini. " kata Kapten Eman, salah satu dari puluhan Pilot MNA yang selalu mengikuti proses persidangan perdata yang diketuai oleh Hakim Heru. *** Raymonds/MIL.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved