Headlines News :
Home » » Ketahuan Jadi Model Pakaian Dalam, Seorang Guru di Inggris Dipecat

Ketahuan Jadi Model Pakaian Dalam, Seorang Guru di Inggris Dipecat

Written By Infobreakingnews on Minggu, 27 Maret 2016 | 18.12


Durham, infobreakingnews - Seorang guru perempuan di sebuah sekolah dasar di Durham, Inggris dipecat dikarenakan para orang tua murid mengadu ke kepala sekolah lantaran sang guru ternyata merupakan seorang model pakaian dalam.
Gemma Laird, guru perempuan itu,  mengklaim, para bos di sekolah mengatakan kepadanya mereka tidak mau anak-anak  berpikir guru bisa menjadi model.
Perempuan berusia 21 tahun ini baru seminggu mengajar di SD Bloemfontein, Craghead, County Durham, Inggris timur laut, sebelum akhirnya dipecat.
Laird, seperti dilaporkan mirror.co.uk pada Sabtu (26/3/2016), adalah guru bantu untuk anak-anak berusia antara lima dan enam tahun.
"Setelah seminggu, saya dipanggil ke kantor (sekolah). Ibu kepala SD itu mengatakan, ‘Saya tidak ingin berbicara hal ini dengan Anda, tetapi (mau tidak mau) harus disampaikan.” ungkap Laird yang juga adalah seorang ibu beranak satu tersebut.
"Ia mempersilakan saya duduk. Ia berkata, seseorang telah mengunjungi akun Facebook saya dan menemukan bahwa saya menekuni pekerjaan modeling,”
"Mereka (orangtua murid) telah melaporkan saya karena hal itu. Saya diberitahu bahwa mereka tidak ingin reputasi sekolah rusak dan bahwa orang-orang akan kehilangan rasa hormat kepada sekolah jika mereka mengetahui saya adalah seorang model,” tutur Laird.
"Ia mengatakan, ia tidak mau murid-murid yang baru berumur enam tahun itu berpikir (guru) itu dapat diterima untuk menjadi seorang model,” katanya.
"Ia telah membuat saya merasa hina dan saya seperti seorang pelacur. Ini konyol. Ketika saya berjalan keluar, mereka memberitahu saya bersikap wajar dengan anak-anak,” katanya.
Laird melanjutkan, "Mereka (anak-anak) mencintai saya. Itu sulit, tapi saya merasa saya baik-baik saja."
Laird diupah 150 poun atau sekitar Rp 3.000.000 untuk seminggu sebagai guru bantu di sekolah itu. Sedangkan pekerjaannya sebagai model dibayar 120 poun.
Menurut Laird, sebenarnya bos-bosnya di sekolah sudah tahu pekerjaan sebagai model itu sebelum ia mengajar dan ia juga mengatakan semua akun media sosialnya bersifat pribadi. sehingga murid-murid tidak mungkin dapat mengasesnya dan mengetahui pekerjaanya itu.
Ia kemudian menambahkan bahwa hal yang menimpanya sangat tidak adil dan berpikir untuk mempertimbangkan upaya hukum. ***Nadya
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved