Headlines News :
Home » » Giliran Udar Diperberat Hukuman 13 Tahun Oleh Artidjo di MA

Giliran Udar Diperberat Hukuman 13 Tahun Oleh Artidjo di MA

Written By Infobreakingnews on Rabu, 23 Maret 2016 | 20.20

Artidjo Alkostar

Jakarta, infobreakingnews - Untuk kesekian kalinya terdakwa kasus korupsi mendapatkan tambahan hukuman berat dari Hakim Agung Artidjo Alkostar ditingkat kasasi. Mustinya Presiden Joko Widodo segera menggantikan Ketua Mahkamah Agung dari Hatta Ali kepada Artidjo, yang benar benar memenuhi harapan rakyat.

Kali ini giliran Udar Pristono, mantan pejabat tinggi di Pemprov DKI yang harus mendekam dipenjara selama 13 tahun, ditambah denda Rp 6,7, dan bilamana Udar tidak membayar denda sebesar Rp 6,7 miliar ini, maka hukumannya akan ditambahkan lagi selama 4 tahun didalam sel penjara.

Padahal awalnya Udar diseret kepengadilan karena melakukan korupsi pengadaan bus TransJakarta ini mendapat hukuman 5 tahun, sebagaimana diivonis hakim Artha Theresia Silalhi pada 23 September 2015.

Jaksa merasa tak puas atas putusan Artha, kemudian ditingkat banding Udar diperberat menjadi 9 tahun. Jaksa KPK masih tidak puas lalu mengajukan kasasi yang akhirnya kasusnya diperberat 13 tahun bui oleh hakim agung Artidjo dengan anggota MS.Lumme serta Prof.DR.Krishna Harahap.

Tidak sampai diisitu, Artidjo juga memerintahkan agar semua asset kekayaan yang dimiliki Udar, berupa dua rumah mewah di Jakarta, Villa di kawasan Puncak, serta sejumlah appartemen dan kondominum milik Udar di Bali, disita untuk negara.

Putusan yang dibacakan pada hari ini, Rabu (23/3) di Mahkamah Agung, boleh jadi benar benar akan membuat Udar menjadi lumpuh total, karena selama dipersidangan lalu Udar selalu berada dikursi roda, namun mendadak Udar berdiri sehat dan berlari menyalami hakim Artha sesaat uasi membacakan putusan yang hanya 5 tahun itu. *** Candra Wibawanti.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved