Headlines News :
Home » » Merasa Di Kriminalisasi Novel Tetap Jalani Persidangan

Merasa Di Kriminalisasi Novel Tetap Jalani Persidangan

Written By Infobreakingnews on Senin, 01 Februari 2016 | 10.48

Novel Baswedan
Jakarta, infobreakingnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tetap meyakini kasus dugaan penganiayaan yang menjeratnya merupakan bentuk kriminalisasi. Meski demikian, Novel menyatakan kesiapannya mengikuti proses hukum, termasuk menghadapi persidangan yang akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.
Diketahui, perkara dugaan penganiayaan yang menjerat Novel telah dilimpahkan Kejaksaan Negeri Bengkulu kepada PN Bengkulu pada Jumat (29/1). Dengan demikian, dalam waktu dekat perkara ini akan segera diadili.
"Ya harus siap dong," kata Novel kepada infobreakingnews.com, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (1/2).
Novel mengaku telah mendapat surat dakwaan dari pihak Kejaksaan. Ia pun tak membantah ada nama Yuri Siahaan, penyidik KPK lainnya yang turut disebut dalam surat dakwaannya. Meski demikian, Novel enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut.
Novel lebih menyoroti mengenai proses penegakan hukum terkait perkaranya yang dinilai dipaksakan. Hal tersebut diperkuat dengan hasil pemeriksaan dari Ombudsman yang menyebut bukti pada perkara Novel adalah manipulasi dan rekayasa.
"Hasil pemeriksaan Ombudsman bahwa bukti-bukti yang digunakan adalah manipulasi dan rekayasa," katanya.
Diabaikannya rekomendasi Ombudsman ini dengan tetap melanjutkan perkara hingga proses persidangan semakin memperkuat keyakinan Novel bahwa perkaranya merupakan bentuk kriminalisasi. Menurutnya, penegak hukum seharusnya menjalankan rekomendasi Ombudsman.
"Normalnya, penegak hukum akan terganggu dengan informasi seperti itu," kata Novel.
Dalam rekomendasinya, Ombudsman menilai penyidikan Bareskrim terhadap Novel cacat hukum dan sengaja direkayasa. Hal itu setelah Ombudsman menemukan adanya pemalsuan Surat Keputusan Penghukuman Disiplin (SKPD) No pol: SKPD/30/XI/2004/P3D tanggal 26 November 2004. Selain itu terdapat rekayasa dan manipulasi pengambilan proyektil anak peluru sebagai barang bukti dan berita acara laboratoris kriminalistik. *** Johanda Sianturi.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved