Headlines News :
Home » » Adakah Hubungan Asmara Antara Masinton Dengan Dita, Kok Jadi Konyol....

Adakah Hubungan Asmara Antara Masinton Dengan Dita, Kok Jadi Konyol....

Written By Infobreakingnews on Selasa, 02 Februari 2016 | 09.31

Dita Adytia

Jakarta, infobreakingnews - Ahli Filsafat Djabrick Bengal, yang juga dikenal sebagai tokoh paranormal kelas dunia menyebutkan, bahwa sangat ideal seseorang yang berani lantang, bicara vokal menghantam banyak orang, haruslah disertai dengan sifat asli jujur dan tidak terkontaminasi dengan persoalan selingkuh cinta, dan haruslah memiliki kekuatan moral yang tinggi dan terpuji yang sangat dikenal kalangan terdekatnya.

Ulasan diatas akan sangat ,menarik jika menyimak kasus sepekan ini yang terus menjadi perhatian masyarakat luas seputar kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan politisi PDIP bersuara lanmtang, Masinton Pasaribu, dengan staf ahlihnya Dita Adytia, perempuan bertubuh semok berusia 27 tahujn, yang sudah terbiasa bicara dengan bosnya Masinton dengan kalimat gue dan lo., sehingga perlu dilacak, apakah diantara keduanya ada hubungan asmara spesial, sehingga Masinton seakan terkesan mengusai diri perempuan bertubuh semok berkulit bening itu.

Sementara kasus pemukulan ini sedang ditangani pihak penyidik Bareskrim, ternyata Masinton Pasaribu diduga bukan hanya sekali menganiaya tenaga ahlinya, Dita Aditya Ismawati. Dita juga mengaku dipukuli anggota DPR itu pada 17 November 2015.

Hal itu disampaikan Direktur LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Ratna Batara Munti setelah bertemu Dita. Ratna mengatakan, kejadian pertama itu saat Dita cuti kerja karena ada tugas kuliah.

Masinton kesal karena tidak bisa menghubungi telepon genggam Dita. Masinton lalu mendatangi apartemen tempat Dita tinggal.


Di apartemen, cerita Dita ke Ratna, dirinya nyaris dicekik hanya karena tidak masuk kantor tanpa izin Masinton. "Kemudian didorong ke dinding," kata Ratna di kantor LBH APIK, Condet, Jakarta Timur, Senin (1/2/2016).

Tak hanya itu, Masinton juga membanting gadget milik Dita hingga hancur. Mendapat perlakuan buruk, Dita hanya melapor ke sekuriti apartemen.
Masinton, anggota Fraksi PDI Perjuangan, diduga kembali memukuli Dita pada 21 Januari. Dita lantas melaporkan kejadian kedua ini ke Bareskrim Polri pada 30 Januari.


Dita dan Masinton memang memiliki kedekatan. Dita mengaku ingin belajar politik dan mengagumi Masinton. Masinton banyak memberi wawasan kepada Dita.

"Masinton baik, tapi ketika marah tidak bisa mengontrol. Mungkin dia merasa memiliki dan menguasai hidup Dita. Dia (Masinton) tidak mau disepelekan," jelas Ratna.

Celakanya, dari hari ke hari, Masinton makin posesif sehingga terkesan ingin menguasai hidup Dita. Masinton, menurut Ratna, menginginkan kontrol penuh atas hidup Dita.

Karena memang dekat, Dita mengira itu hanya perlakuan seorang anggota Dewan kepada asisten. Dita juga menyampaikan ke Ratna bahwa keluarganya sudah mengenal dekat keluarga Masinton.

Ratna menilai aneh bila Masinton membantah menganiaya Dita. Ketika Dita dirawat di Rumah Sakit Mata Aini di Cikini, Masinton menjenguk.

Kepada orang tua Dita, Masinton pernah menyampaikan tidak akan terjadi pemukulan kepada Dita untuk ketiga kali. "Itu artinya, yang dua kali dia akui," ujar Ratna.

Jika kelak ternyata Masinto berbohong dan memang sebelumnya sudah pernah memukul perempuan itu, maka dipastikan posisi Masinton di Senayan sebagai orang terhormat, akan berakhir dipenjara dan sumpah serapah pun deras mengalir dari seantero jagad, sangkin muaknya ralyat melihat prilaku anggota DPR. *** Ardiansyah Harahap.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved