Headlines News :
Home » » Ada Sejarah Hitam Sehingga PP Dan IPK Medan Sulit Berdamai

Ada Sejarah Hitam Sehingga PP Dan IPK Medan Sulit Berdamai

Written By Infobreakingnews on Selasa, 02 Februari 2016 | 09.01

Medan, infobreakingnews - Akibat watak yang keras dan terlahir dengan kodrat 'keras kepala' dan bersuara lantang bagi kalangan preman asli kota Medan, sehingga perseteruan antar kelompok Pemuda yang membuat suasana mencekam kota Medan sepekan ini, dinilai sangat sulit mendamaikannya karena masing masing ingin saling memusnahkan selantak lantaknya. 
Apalagi yang bertikai ini adalah dua ormas yang memiliki sejarah bergengsi dikota Medan, Pemuda Pancasila (PP) yang ketua presidiumnya sangat berkarakter dan kharismatik, Yapto, sementara Ikatan Pemuda Karya (IPK), yang pernah berjaya ditangan almarhum sang ketua Ollo Panggabean yang bergelar sang penjahat budiman dan pahlawan rakyat, sehingga pertikaian yang sudah menelan korbanm tewas itu mustahil untuk tidak mengulangi bentrokan lagi di kota Medan, Sumatera Utara.
"Kedua organisasi itu memang sudah dari dahulu tidak pernah akur. Setiap ketemu di jalan pasti bentrok. Mereka sulit berdamai," kata Budiman Simatupang, salah satu tokoh pemuda, yang banyak mengenal gaya Ormas di Medan kepada infobreakingnews.com, Selasa (2/2/2016), dikawasan Stadion Teladan, Medan.
Budiman mengatakan, kedua organisasi itu merupakan musuh bebuyutan sejak puluhan tahun silam. Bahkan, kedua kubu ini tidak pernah duduk berbarengan di sebuah lokasi.
"Beberapa tahun lalu, saat peringatan Hari Sumpah Pemuda, kedua kubu ini ketemu di Lapangan Benteng Medan. Kedua organisasi ini pun kembali terlibat bentrokan," katanya.
Dari beberapa kali bentrok kedua Ormas ini, tidak sedikit korban jiwa yang telah berjatuhan gugur menjadi tanah bahkan cacad seumur hidup selama bentrokan antara PP dengan IPK tersebut.
"Jika dihitung - hitung dari puluhan tahun lalu, jumlah korban tewas sudah mencapai puluhan orang. Masyarakat sudah pesimistis jika kedua kubu bisa berdamai," ungkapnya.
"Bentrokan bisa dicegah jika kedua kubu tidak menggunakan seragam loreng sebagai ciri khas organisasi jika sedang berada di jalanan. Namun, itu tidak mungkin dilakukan kedua organisasi itu, karena hal itu perlu di evaluasi oleh pihak pemerintah melarang pemakaian jacket loreng yang seringkali membuat mereka menjadi sangat garang, bak anjing yang ganas menerkam mangsanya " pungkas Budiman *** Bonggas Sibuea.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved