Headlines News :
Home » » Pimpinan KPK Baru Yang Rendah Hati

Pimpinan KPK Baru Yang Rendah Hati

Written By Infobreakingnews on Selasa, 05 Januari 2016 | 09.13

Jakarta, infobreakingnews - Membuktikan kondisinya tidak serakah dan mau populer sendirian, kini Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru saja dilantik Presiden Joko Widodo sowan ke Mabes Polri Senin (4/1), sebagai wujud saling menghargai dan s aling membutuhkan dalam mengatasi segala bentuk korupsi yang sudah terlalu menggila dinegeri ini, namun kunjungan yang berlangsung tertutup tanpa ada pemberitahuan kepada pihal media, sebagai bentuk kerendahan hati pimpinan KPK baru, namun tetap akan tegas melakukan penindakan dan Operasi Tangkap Tangan itu dan dibicarakan secara sinergi dalam memberantas korupsi.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pun menawarkan sejumlah bantuan kepada komisi anti rasuah itu. Termasuk soal bantuan penyidik Polri yang bersifat bawah kendali operasi alias BKO atau penempatan sementara.
"Saya mengusulkan tadi, kita perlu kerja sama lebih erat misalnya penanganan kasus secara bersama. Kalau misalnya KPK, yang penyidiknya hanya 32 orang, harus menangani 70 perkara, maka kasus-kasus itu mungkin setahun tidak selesai bahkan dua tahun tidak selesai," kata Badrodin.
Untuk itu, masih kata jenderal bintang empat ini, Polri menawarkan, dan KPK juga boleh saja minta bantuan penyidik-penyidik yang ada di Polri yang dulu pernah bertugas di KPK untuk bisa menyelesaikan kasus seperti itu supaya cepat selesai.
"Jadi bukan pelimpahan kasus (KPK ke Polri). Tapi artinya kita mem-BKO-kan, memperbantukan penyidik Polri yang sifatnya sementara ke KPK. Tetap dibawah komando KPK," lanjutnya.
Menurut Badrodin hal semacam ini perlu dilakukan karena Polri dan KPK punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Misalnya di KPK tidak ada SP3, di Polri ada.
"Nah kenapa kita tidak memanfaatkan kelebihan masing-masing ini," lanjutnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo. Menurutnya KPK tidak bisa sendirian dalam memberantas korupsi di Indonesia.
" KPK tidak bisa sendirian. KPK harus bekerjasama dengan banyak penegak hukum. Besok kami akan ke Kejagung, ke MK, MA, dan KY. Ini wujud dari itu. Dalam waktu akan datang penindakan dan pencegahan akan dilakukan kerjasama," sambungnya.
Dimasa lalu hubungan Polri dengan KPK memang tidak selamanya mesra. Sebut saja kasus komisioner KPK mulai dari Bibit Samad Rianto, Chandra M. Hamzah, Bambang Widjojanto, dan Abraham Samad, lalu penyidik KPK Novel Baswedan, yang dijadikan tersangka oleh Polri dalam pelbagai kasus dan lantas memicu kontroversi.
Disisi lain jenderal-jenderal Polri juga pernah digarap KPK. Misalnya saja Brigjen Didik Purnomo, Irjen Djoko Susilo, Komjen Budi Gunawan‎, dan Jenderal (pur) Rusdiharjo. Tak ayal hubungan diantara keduanya selalu diwarnai bumbu "panas dingin."
Namun semua kejadian yang memanas itu bisa saja berubah seiring perubahan paradigma baru dari pimpinan KPK yang memang memiliki cara elegan dalam memberantas korupsi. *** Emil F Simatupang.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved