Headlines News :
Home » » Penjualan Produk Melemah, Laba Samsung Turun 40%

Penjualan Produk Melemah, Laba Samsung Turun 40%

Written By Infobreakingnews on Jumat, 29 Januari 2016 | 14.38


Seoul, infobreakingnews - Permintaan global terhadap smartphone dan chip memori memukul produsen asal Korea Selatan, Samsung Electronics (SEC) Co Ltd. Dalam laporannya, Kamis (28/1/2016), Samsung menyampaikan laba bersih kuartal IV turun sebesar 40%.
Samsung manyatakan pihaknya mendapatkan tekanan di kedua sisi pasar smartphone yang menguntungkan, yakni persaingan produk high-end dari rivalnya Apple diimbangi para pemain produk murah dari Tiongkok seperti Huawei dan Xiaomi.
Akan tetapi Samsung tidak sendirian. Di awal pekan ini Apple yang menjadi saingan terbesar Samsung melaporkan penjualan produknya yang populer, iPhone, melambat hingga ke rekor terendah pada kuartal tersebut. Alhasil, timbul pertanyaan tentang masa depan pasar smartphone yang sudah jenuh.
Dalam pernyataan tertulis, laba bersih Samsung sejak Oktober hingga Desember 2015 hanya mencapai 3,22 triliun won atau setara US$ 2,7 miliar. Perolehan angka itu di bawah perkiraan analis dan jumlah itu menunjukkan penurunan sebesar 39,7% dari tahun lalu.
Namun laba usaha naik 16,1% year-on-year (yoy) menjadi 6,1 triliun won, sejalan dengan perkiraan sebelumnya. Samsung menyatakan 2016 akan memberikan tantangan lebih lanjut untuk mempertahankan laba karena lingkungan bisnis yang sulit dan perlambatan permintaan di bidang teknologi informasi (TI).
Penurunan laba Samsung pada kuartal IV dinilai dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi global, termasuk akibat kemerosotan harga minyak mentah. Sisi komponen terpengaruh oleh harga chip DRAM dan panel LCD yang lemah akibat keseluruhan permintaan di pasar TI dan komputer pribadi (PC) lesu.
Sementara itu, bisnis semikonduktor Samsung sejak akhir 2014 sudah membantu mengimbangi kemerosotan laba di unit mobile.
Akan tetapi, permintaan handset dan komputer yang lesu di seluruh dunia telah mengerek turun harga chip memori sehingga menekan margin di unit semikonduktor – yang mencatatkan penurunan pertama terhadap laba operasi kuartalan dalam sekitar dua tahun.
“Penguatan won Korea dibandingkan mata-mata uang utama membuat dampak positif valas pada kuartal tiga berubah negatif dari kisaran 400 miliar won pada periode Oktober-Desember,” bunyi pernyataan Samsung.
Lee Seung-Woo, analis IBK Investment and Securites mengungkapkan bahwa perlambatan ekonomi global mempengaruhi semua segmen bisnis Samsung. “Saya tidak melihat faktor utama untuk meningkatkan keuntungan secara keseluruhan,” ujar Lee.
Ia menambahkan, situasinya terlihat cukup suram karena harga chip global diperkirakan terus turun selama semester pertama tahun ini.
Tahun lalu, Samsung mengubah jajaran produknya dengan menyediakan produk dengan berbagai kisaran harga dan berjanji untuk bekerja keras memperluas lini produk di segmen bukan high-end.
“Industri smartphone secara keseluruhan sedang dilanda kesulitan, tapi di segmen low-end danmid-end masih tumbuh dan kompetisi akan semakin sengit,” ungkap Lee Kyeong Tae, wakil kepala unit ponsel Samsung. ***Nadya
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved