Headlines News :
Home » » Para Ahlipun Ikut Bingung Karna Harga Sembako Semakin Menggila Padahal BBM Turun

Para Ahlipun Ikut Bingung Karna Harga Sembako Semakin Menggila Padahal BBM Turun

Written By Infobreakingnews on Rabu, 27 Januari 2016 | 10.27


Jakarta, infobreakingnews - Dunia persilatan yang kacao, karena dari zaman nenek moyang dulu, bisanya kalau harga BBM turun, maka otomatis semua harga sndang pangan akan menjadi turun juga. Namun kini justru berubah arah karena sejak diturunkan pemerintah harga BBM sebulan lalu, hingga kini harga kebutuhan rumah tangga terus meningkat, hingga ikan dan harga ayam potong pun ikut menggila.

"Harga beras naik tetapi saya hanya menaikkan harga beras pera (jenis IR-42) yang tadinya Rp10.000 per kilogram (kg) jadi Rp11.000 per kg. Kalau untuk jenis beras yang paling bagus tidak saya naikkan karena takut pelanggannya 'kabur'," tutur Mustakim, seorang penjual beras di pasar Ciledug, Tangerang, saat diwawancarai infobreakingnews.com, Rabu (27/1/2016).


Kenaikan harga sembako diikuti naiknya harga daging sapi, ayam dan telur ayam di Pasar Ciledug. Semula harga daging sapi Rp120.000 per kg naik menjadi Rp130.000 per kg, ayam semula Rp38.000 per kg menjadi Rp40.000 per kg. Telur ayam sebelumnya seharga Rp24.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg, sedangkan untuk harga sayur-sayuran tidak mengalami kenaikan sama sekali. 


Harga sembako di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat juga alami kenaikan seperti harga beras medium yang naik menjadi Rp10.500 per kg sebelumnya Rp9.800 per kg.

"Iya nih, harga daging sapi sejak BBM turun malah tidak ikut turun, malah terus naik. Tadinya Rp110.000 per kg naik menjadi Rp.130.000 per kg," ungkap pedagang daging sapi, Ujang saat ditemui Antara.

Harga daging ayam yang tadinya Rp35.000 per kg menjadi Rp40.000 per kg. Sedangkan harga sayur-mayur, seperti tomat dan kentang semula Rp13.000 per kg menjadi Rp15.000 per kg dan Rp14.000 per kg.

Harga bawang merah dan putih malah turun, di mana bawang merah semula Rp40.000 per kg menjadi Rp34.000 per kg dan bawang putih turun Rp2000 yang tadinya Rp30.000 per kg menjadi Rp28.000 per kg.

Naikknya sejumlah harga bahan kebutuhan pokok membuat seorang ibu rumah tangga pintar-pintar membeli bahan yang dibutuhkan.

"Tadinya saya mau beli daging sapi tapi setelah tahu harganya naik lagi, saya tidak jadi beli. Saya beralih beli ayam saja yang agak terjangkau," ungkap seorang ibu rumah tangga, Rini saat ditemui Antara di Pasar Cisalak, Depok, Selasa.

Pemerintah baru-baru ini menurunkan harga BBM, seperti solar yang semula dari Rp6.700 per liter menjadi Rp5.650 per liter, harga premium untuk wilayah Jamali (Jawa-Madura-Bali) turun dari Rp7.400 per liter menjadi Rp7.050 per liter. Kemudian pertalite, turun dari Rp8.250 per liter menjadi Rp7.900 per liter, harga pertamax untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat turun dari Rp8.650 per liter menjadi Rp8.500 per liter.

Samapi berita ini ditayangkan harga minyak dunia terus merosot sehingga Pemerintah bergegas akan kembali menurunkan harga BBM, namun disisi lain sama sekali tidak terlihat ada tanda harga sembako akan turun, yang terasa justru semakin melonjak. 

Makanya hari belakangan ini terlalu banyak orang mendadak stress bahkan terkena stroke karena beratnya tekanan hidup, jangankan bagi rakyat lemah yang semakin semaput, kalangan cendikiawan saja malah dibuat sinting bahkan banyak dilarikan ketempat rehabilitasi jiwa karena gangguan syarap yang tak kuat melihat kondisi zaman. *** Dani Setiawan.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved