Headlines News :
Home » » Dari Penghasil Pajak Terbesar Freeport Menjadi Abal Abal

Dari Penghasil Pajak Terbesar Freeport Menjadi Abal Abal

Written By Infobreakingnews on Rabu, 27 Januari 2016 | 10.07


Jakarta, infobreakingnews - Pelemahan perekonomian nasional dan dunia membuat ekspor komoditas tergerus. Salah satunya ekspor yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia. Ekspor perusahaan tambang itu melemah akibat pemelahan ekonomi dan kebijakan larangan ekspor bahan mentah, apalagi ditambah dengan banyaknya berita negatip yang diungkapkan media terhadap dinamika hukum yang berujung bisa ditutupnya tambang emas papua itu dari pengusaha Amerika kembali ketangan anak bangsa, sehingga langsung berakibat harga saham Freeport anjlok dibursa saham dunia.


Akibatnya, pajak yang dibayarkan perusahaan pada negara juga berkurang. Pemerintah menegaskan, PTFI telah terdepak dari deretan pembayar pajak terbesar di Indonesia. Dan kini pajak freeport setara dengan sebuah bisnis hotel bintang lima dikota besar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengaku sumbangan PTFI tak seperti dahulu saat komoditas harganya sedang melonjak. Saat itu perusahaan tambang yang beroperasi di tanah Papua itu masuk dalam penyumbang pajak terbesar. Kini kewajiban mereka pada negara porsinya kecil.


"Dulu pajaknya besar, sekarang tidak lagi. Harga komoditas jatuh, (Freeport) ikut jatuh. Bea keluarnya juga segitu saja sesuai izin ekspor. Dulu kalau Freeport Indonesia jadi pembayar pajak terbesar, sekarang tidak lagi," ujar Bambang, usaiUpacara Hari Pabeanan Internasional ke-64, di kantor Pusat Ditjen Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur, Selasa (26/1/2016).


Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sugeng Aprianto menambahkan, sejauh ini belum ada catatan ekspor Freeport Indonesia di Januari 2016.

"Yang Januari belum ada, nanti kita cek lagi sudah turun belum izinnya (ekspor). Yang terakhir sih akhir Desember," ujar dia.

Ia memperkirakan, peluang ekspor dari perusahaan tambang asal Amerika Serikat masih ada meskipun akan mengalami penurunan. Namun jumlah ekspornya harus didiskusikan dengan pemerintah, dalam hal ini Menteri ESDM, karena menyangkut kebijakannya. *** Budimans.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved