Headlines News :
Home » » Ancaman Hukuman Mati Bagi Tersangka Teroris Bom Thamrin

Ancaman Hukuman Mati Bagi Tersangka Teroris Bom Thamrin

Written By Infobreakingnews on Jumat, 22 Januari 2016 | 13.44

Jakarta, infobreakingnews  - Detasemen Khusus 88/Antiteror melakukan penyidikan  terkait kasus ledakan bom dan penembakan membabi buta di Thamrin, Jakarta Pusat yang terjadi pada Kamis (14/1), mulai menuai kejelasan.
Setelah melakukan penangkapan terhadap 15 orang terduga teroris di sejumlah lokasi, dan meminjam enam napi dari Lapas Tangerang dan Nusakambangan, enam orang akhirnya telah resmi ditetapkan sebagai tersangka yang terlibat langsung dalam kasus Thamrin itu dan dua orang terlibat tidak langsung.
Berdasarkan keterangan diperoleh data dari keenam tersangka yang terlibat langsung itu adalah DS alias II alias Y, C alias J alias S alias AS, dan J alias J. Mereka bertiga ditangkap di Cirebon
Lalu, AH alias AI alias AM yang ditangkap di Indramayu, serta AM alias L alias A, dan F alias AZ alias AB yang ditangkap di Tegal.
Sumber dari Mabes Polri mengatakan "Mereka jadi tersangka Pasal 15 juncto Pasal 6 juncto Pasal 7 juncto Pasal 9 untuk tersangka DS dan tersangka lainnya Pasal 15 juncto Pasal 7 dan Pasal 13 huruf b dan c.
Pasal itu mengatur tentang permufakatan jahat, percobaan, atau perbantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme. Mereka diancam pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara 4 sampai 20 tahun.
"Sedangkan untuk dua orang lain juga kita tetapkan sebagai tersangka dalam rentetan penangkapan ini, yaitu WFB alias AA yang ditangkap di Indramayu kita kenai Pasal 15 junctoPasal 7 karena terlibat IS (Islamic State, Red).
WFB berasal dari Bangil, Jawa Timur. Dia pernah berjihad bersama IS di Suriah pada 2013 silam. Dia berada di Indramayu setelah menikah dengan perempuan yang berasal dari kota itu.
Sedangkan tersangka terakhir yang terlibat tidak langsung dalam bom Thamrin adalah Fajrin bin Selan alias Fajrun, yang ditangkap di Balikpapan Kaltim. Dia dikenai Pasal 15 juncto Pasal 7juncto Pasal 9 karena ditemukan bahan peledak dirumahnya.
Seorang sumber di Mabes Polri telah mengatakan sebelumnya bahwa Fajrin pernah berlatih membuat bom di Poso bersama kelompok Santoso. Fajrin pula yang mengajari Dian Juni Kurniadi alias Iyong, yang merupakan pelaku bom bunuh diri di pos polisi Thamrin, merakit bom.
Ali Fauzi, yang merupakan mantan anggota wakalah Jamaah Islamiah (JI) Jawa Timur, mengenal Fajrin karena mereka berdua pernah mengajar di pondok pesantren Al-Islam, Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur. Pondok pesantren ini merupakan tempat asal tiga serangkai kasus bom Bali 2002, yakni Ali Ghufron alias Mukhlas, Amrozi, dan Ali Imron.
Ali Fauzi juga menceritakan Fajrin merupakan lulusan pondok pesantren Darus Syahadah, Boyolali, yang ditugasi mengajar di Al-Islam sebelum angkat kaki pada 2013 ketika menyadari pemikiran ustaz-ustaz di Al-Islam tidak lagi sejalan dengan dirinya. Ali Fauzi menolak IS, sedangkan Fajrin mendukung IS.
Seperti diberitakan kelompok penyerang Thamrin ini diduga dimotori oleh Jamaah Anshar Khilafah Daulah Nusantara (JAKDN). Kelompok ini adalah wadah berkumpulnya pendukung IS di Indonesia yang berasal dari macam-macam kelompok. Ada Mujahidin Indonesia Timur alias kelompok Santoso, Mujahidin Indonesia Barat, Jamaah Islamiyah, Jamaah Anshoru Tauhid, tim Hisbah Solo, dan kelompok Amman Abdurrahman atau Tauhid Wal Jihad.
Mantan anggota markaziah JI dan juga mantan ketua Mantiqi III JI, Abu Tholut alias Imron Baehaqi, sempat mengatakan pada  bahwa amir JAKDN adalah Amman Abdrurahman, sedangkan Abu Bakar Ba’asyir adalah penasihat. Namun, posisi Ba’asyir sebagai pendukung IS telah dibantah oleh pengacaranya Mahendradatta dan Achmad Michdan.
JAKDN didirikan pada pertengahan Maret 2014. Saat itu, yang didapuk sebagai pemimpin sementara, adalah Marwan alias Abu Musa sebelum tampuk kepemimpinan diserahkan ke Amman. Mereka mendapat dukungan dana dari anggotanya yang telah berada di Suriah, termasuk dari Bahrum Naim.  Dia memiliki nama lengkap Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo. Biasa dipanggil Bahrun atau Naim.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved