Headlines News :
Home » » Program Bela Negara Yang Dipersoalkan

Program Bela Negara Yang Dipersoalkan

Written By Emil Foster Simatupang on Senin, 07 Desember 2015 | 17.02

Bandung,  Infobreakingnews - Saat ini Twitter ramai muncul perbincangan terkait program bela negara yang akan diimplementasikan Kementerian Pertahanan kepada seluruh warga Indonesia, tak terbatas usia dan pekerjaan. Frasa “Bela Negara” pun terpantau bertengger di trending topic dengan lebih dari 4 ribu kicauan.
Meski konsep program bela negara ini sendiri masih belum kongkret, sejumlah netizen dibuat bertanya-tanya, karena program tersebut dianggap bersifat mirip dengan program wajib militer.
Terlebih lagi, ada pernyataan dari Direktur Bela Negara Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Pertama M Faisal, yang mengatakan bahwa kader bela negara dilatih selama satu bulan di tempat militer.
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, menyebutkan  program bela negara bakal terus berlanjut tahun depan meskipun alokasi anggarannya dipersoalkan Dewan Perwakilan Rakyat. "Tidak ada anggaran, kita lanjut terus dengan anggaran minim," ujar Ryamizard di Telkom University, Bandung, Senin, 7 Desember 2015. 

Ryamizard meminta kepada Gubernur, Walikota, dan Bupati ikut membantu pendanaan program tersebut karena sebetulnya dana yang diperlukan di daerah tidak besar. "Latihan 1-2 minggu beberapa orang dengan pengajar tentara, tidak harus di markas tentara kalau ada gedung bagus," ujar Ryamizard. 

Ryamizard mengatakan khusus kader pelatihan bela negara berlangsung selama satu bulan. Adapun karyawan seperti pegawai bank, misalnya, bisa mengikuti pelatihan bela negara selama 4-5 hari. "Yang penting dia paham perkembangan sejarah, ancaman negara seperti apa. Bela negara bukan wajib militer," kata Ryamizard.

Ketua Komisi Pertahanan DPR Mahfudz Siddiq sebelumnya telah meminta Kementerian Pertahanan menunda program bela negara karena menimbulkan kontroversi. Dana program bela negara juga pernah dibahas pemerintah dengan DPR sebesar Rp 90 miliar. 

Menurut Mahfudz, Alokasi untuk sosialisasi ke masyarakat agar punya kesadaran membela negara. Namun, ujarnya, program bela negara itu ternyata tidak hanya pendidikan, tapi juga konsolidasi, dan mobilisasi massa. *** Rudy Janto Soelaiman
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved