Headlines News :
Home » » Merasa Semakin Hebat, Setya Novanto Nekad Laporkan Pemred Metro TV Ke Bareskrim

Merasa Semakin Hebat, Setya Novanto Nekad Laporkan Pemred Metro TV Ke Bareskrim

Written By Infobreakingnews on Selasa, 15 Desember 2015 | 18.41

Putra Nababan
Jakarta, infobreakingnews -- Inginmembuktikan bahwa dirinya yang benar dan sejauh ini tak pernah berniat sedikit meminta maaf kepada publik, menunjukan seorang Setya Novanto yang awal berjayanya ketika menjadi bendahara umum Golkar bersamaan jayanya berbagai bisnis usahanya, sampai bisa menjadi ketua DPR, padahal secara jelas PDIP yang harusnya menduduki posisi bergengsi itu karena sebagai pemenang Pemilu 2014.
Mungkin hal itu juga yang membuat seorang Novanto menjadi bertambah merasa hebat dan tak pernah lagi mengingat siapa dirinya yang sangat menderita ketika merantau ke Jakarta dari sebuah daerah yang sangat minus NTT.
Tak cukup melaporkan Menteri ESDM Sudirman Said terkait pencemaran nama baik, Novanto kini juga melaporkan Pemimpin Redaksi Metro TV, Putra Nababan ke Bareskrim.
Politisi Partai Golkar itu melaporkan Putra dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah. Laporan dibuat oleh Novanto melalui kuasa hukumnya Razman Nasution.
"Terlapor adalah Pemred Metro TV. Dia telah melakukan pencemaran nama baik dan fitnah melalui jalur elektronik," kata Razman di Bareskrim Senin (14/12).
Pencemaran nama baik dan fitnah tersebut, kata Razman, ada pada pemberitaan Metro TV dalam beberapa hari belakangan.
Yaitu saat disela-sela tayangan sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, stasiun tv milik politisi Nasdem Surya Paloh itu mengait-ngaitkan Novanto dengan pembelian pesawat amfibi dari Jepang.
"Disitu tiba-tiba dikaitkan Pak Novanto lobi untuk membeli pesawat amfibi. Ini kok jadi melebar ke mana-mana. Pak Novanto itu sudah pastikan dia tidak ada lobi. Saya lihat Metro TV ini memang sengaja mencemarkan Pak Novanto," tambah Razman.
Menurut Razman kliennya memang sempat bertemu Perdana Menteri Jepang. Tapi itu tak ada kaitannya dengan melobi pemerintah Jepang soal pembelian pesawat amphibi.
Laporan Novanto itu diterima polisi dengan Tanda Bukti Lapor Nomor TBL/886/XII/2015/Bareskrim dan ditandatangani perwira piket siaga AKP Alex Hendryan.
Sementara banyak pihak menilai laporan Novanto itu jelas salah alamat, karena mustinya pihak Novanto melaporkan ke Dewan Pers, sebab yang dilaporkan adalah seorang pemred media nasional. Sepertinya terlalu banyak para pembisik pembisik sesat berada didekat Novanto yang semakin memuakan hati rakyat. *** Emil Simatupang.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved