Headlines News :
Home » » Jika Panggilan Kedua Lino Masih Membangkang Diperiksa, Bareslrim Siap Memanggil Paksa

Jika Panggilan Kedua Lino Masih Membangkang Diperiksa, Bareslrim Siap Memanggil Paksa

Written By Infobreakingnews on Senin, 02 November 2015 | 20.16

RJ. Lino
Jakarta, infobreakingnews - Masih belum tuntas pemeriksaan kasus yang cukup menarik perhatian publik, karena sampai hari ini Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri masih terus mengupayakan memanggil Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II Richard Joost (RJ) Lino sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan mobile crane di instansi yang dipiimpinya, Senin (2/11).
Namun Lino, orang nomor satu di tubuh Pelindo II yang kerap bersuara lantang dan meng klaim jika pihaknya sangat transparan mengelola perusahaan dengan selalu diaudit BPK, sehingga tak mungkin melakukan korupsi itu, tidak memenuhi panggilan Bareskrim, nyatanya tidak memenuhi janjinya untuk diperiksa, karena berdalih surat panggilan itu tidak sah menurutnya.
"Kita panggil hari ini Senin (2/11) pukul 09.00 WIB. Tapi yang bersangkutan melalui pengacaranya mengatakan tidak hadir. Alasannya surat panggilan kami menurut mereka tidak memenuhi waktu pemeriksaan selambat-lambatnya tiga hari sejak surat itu diterima," kata Wadir Tipideksus Kombes Agung Setya sejumlah media.
Menurut Agung, pihaknya akan mengkaji surat keberatan tersebut sebelum nantinya akan menjadwalkan pemanggilan kedua Lino pada waktu yang akan datang. Perwira menengah itu juga membantah jika panggilan yang dilayangkan itu tidak layak dan sah.
"Sebenarnya sudah tiga hari karena sudah dikirim Jumat (30/10) dan tidak harus tiga hari kerja. Maka sudah Jumat, Sabtu, dan Minggu," imbuh mantan Kanit Money Laundering Bareskrim itu.
Sebelum sampai pada Lino, Agung menambahkan, pihaknya telah memeriksa 41 orang saksi dan berkoordinasi dengan BPK terkait dugaan unsur kerugian negara.
Tapi apa urgensi memeriksa Lino? Agung menjawab,"Sebagai direktur utama maka dia wajib mengetahui seluruh operasional di Pelindo yang tentu sudah memiliki perencanaan. Itu adalah tanggung jawab dia. Tapi apakah dia tahu lalu terlibat (korupsi dan jadi tersangka), atau tidak tahu, nanti tunggu dulu."
Lino, masih kata Agung, sedianya akan diperiksa sebagai saksi atas Direktur Operasi dan Teknik Pelindo II berinisial FN yang sebelumnya telah dijadikan sebagai tersangka dalam kasus ini.
"Penyidikan itu bagi kami tidak melihat ada backing-backing-an. Ini soal pertanggungjawaban hukum dan pembuktian hukum," tegas Agung saat ditanya apakah pihaknya keder dan merasa terhambat karena Lino dikabarkan punya backing.
Seperti diberitakan, Direktorat Tipideksus telah menggeledah kantor Pelindo II di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat 28 Agustus 2015 lalu. Penggeledahan untuk mencari barang bukti pendukung seperti dokumen terkait pengadaan mobile crane.
Salah satu ruang yang digeledah adalah ruangan Lino. Buntutnya Lino pun menelepon sejumlah pihak dan menyatakan keberatannya.
Tak lama kemudian Komjen Budi Waseso (Buwas) dicopot dari jabatannya sebagai kabareskrim. Dia dianggap membuat gaduh, kendati pencopotan Buwas ini dibantah terkait kasus Pelindo II.
Mungkin tadinya Lino berpikir karena Buwas sudah tidak memimpin Bareskrim, pikirnya dirinyapun tak akan diperiksa lagi. Dan apabila Lino mamsih juga tidak datang pada panggilan kedua nanti, maka secara hukum, Polisi bisa saja memanggil Lino secara paksa dengan surat penangkapan langsung. Bahkan publik semakin pengen tau, apakah nanti jika Lino ditahan, pihak yang mendekingnya akan berani membela Lino. *** Any Christmiati.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved