Headlines News :
Home » » Terungkap Rio Menyangggupi Kasus Bansos Sumut Dikunci Kejaksaan Agung.

Terungkap Rio Menyangggupi Kasus Bansos Sumut Dikunci Kejaksaan Agung.

Written By Infobreakingnews on Kamis, 22 Oktober 2015 | 19.40

Tertawa Pahit, Mantan Gubsu Dengan Isteri Mudanya Yang Ditangkap KPK
Jakarta, infobreaakingnews - Walau selama ini mantan politsi Nasdem Rio Capella membantah keterlibatannya dalam kasus markus banson kejalur Jaksa Agung, sebagaimana pengakuan Rio beulangkali kepada wartawan, akhirnya terungkap dengan lebih jelas ketika Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pujo Nugroho mengatakan, mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella menyanggupi mengurus perkara yang membelitnya di Kejaksaan Agung (Kejagung). Dia mengaku sempat bertemu dengan Rio Capella dan menyanggupi akan membantu menutup kasus itu sehubungan kedekatannya dengan Jaksa Agung Prasetyo , yang juga adalah kader Nasdem.
"Saya belum pernah diperiksa tapi saya dijadikan tersangka. Tolonglah disampaikan duduk permasalahannya kepada Jaksa Agung. Pak Rio menyanggupi itu," kata Gatot usai bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta untuk terdakwa panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan, Kamis (22/10).
Gatot mengatakan, dirinya merasa dipolitisasi dalam perkara korupsi bansos di Kejagung. Politisi PKS itu merasa diperlakukan tidak adil karena belum pernah diperiksa namun dinyatakan sebagai tersangka berdasarkan surat panggilan pemeriksaan untuk dua anak buahnya, Kabiro Keuangan Ahmad Fuad Lubis dan Plh Sekda Sumut Sabrina pada Maret 2015.
"Saya tidak bisa bekerja dengan tenang karena banyak politisasi," ujarnya.
Gatot juga mengakui adanya permintaan uang dari Rio yang diserahkan istrinya, Evy Susanti melalui Fransisca Insani Rahesti yang merupakan advokat magang di kantor pengacara OC Kaligis. Namun Gatot tidak membeberkan jumlahnya.
Pengakuan Gatot senada dengan pernyataan Evy sewaktu dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa OC Kaligis, Kamis (1/10), mengenai adanya surat panggilan pemeriksaan dari Kejagung untuk Ahmad Fuad Lubis dan Sabrina dalam kasus bansos dengan tersangka Gatot.
Dalam persidangan Gatot mengatakan, dirinya bersama Evy menolak langkah OC Kaligis menggugat ke PTUN Medan usai terjadi pertemuan islah di Kantor DPP Nasdem. Namun Kaligis bersikeras mengajukan gugatan sebagai langkah untuk membuka komunikasi dengan Jaksa Agung.
"OC memberikan alasan bahwa kepentingan dari PTUN itu bagian upaya pertama untuk berkomunikasi dengan Jaksa Agung. Kemudian ini bagian referensi bagi pemprov lain untuk masuknya penegak hukum tidak melakukan pemeriksaan kalau tidak ada indikasi kerugian negara," kata Gatot.
Sejauh ini pihak kejaksaan agung belum menentukan tersangka kasus bansos walau sudah memeriksa 215 orang saksi, sehingga sangat mencolok jika banyak pengamat menyebutkan bahwa ada indikasi main mata yang telah berhasil dimainkan Rio, sehingga nyaris membuat pihak kejagung tak memiliki prestasi apapun dalam kasus mega korupsi yang sudah lama ditutupi pihak partai yang dekat dengan pemerintah.
KPK sendiri sampai saat ini belum mengungkap kasus apa saja yang melilit mantan Gubernur Sumut ini, kecuali hanya mengembangkan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan hingga menjerat sejumlah orang hebat dinegeri ini. 
Maka pantaslah negeri ini disebut sebagai negeri koruptor karena terlalu banyak kasus mega korupsi yang tak bisa diungkap tuntas, apalagi jika kasus itu sendiri melibatkan oknum pejabat yang masih sedang berkuasa. Bahkan sampai dengan setahun Jokowi -JK memimpin, masih belum ada suatu gebrakan hukum yang dirasakan bisa membantu keterpurukan orang miskin, malah justru Polisi hebat seperti Komjen Buwas yang cemerlang mengganas di Bareskrim, mendadak dicopot karena akan menangkap bos Pelindo II RJ.Lino yang banyak orang menilai sebagai orang kuat yang tak bisa disentuh hukum. Terkutuklah Pemimpin yang dholim. *** Emil F Simatupang.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved