Headlines News :
Home » » Terungkap Banyak Oknum Aparat Dan Wartawan Yang Terlibat Dalam Pembunuhan Salim Kancil

Terungkap Banyak Oknum Aparat Dan Wartawan Yang Terlibat Dalam Pembunuhan Salim Kancil

Written By Infobreakingnews on Jumat, 09 Oktober 2015 | 17.44

Hariyono, Kepala Desa Yamg Terlibat
Jakarta - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti telah memerintahkan Divisi Propam Mabes Polri melakukan investigasi internal soal ada atau tidaknya kelalaian Polres Lumajang dalam kasus pembunuhan Salim alias Kancil dan penganiayaan Tosan di Desa Selok Awar-awar, Pasirian, Lumajang , Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Lalu apa hasilnya? ‎ "Itu kan ada portal. Bukan polisi aja iyang menerima setoran. Ada macam-macam. Wartawannya saja, ada kan oknum. Ya, dia ngambil jatah preman. Enggak boleh begitu, makanya kita periksa. Apa pun alasannya enggak boleh," kata Kadiv Propam Irjen Budi Winarso kepada infobreakingnews.com, di Mabes Polri Jumat (9/10).
Menurut jenderal bintang dua itu, tiga polisi yang diperiksa terkait penerimaan uang jatah preman itu adalah kapolsek, babinkamtibmas, dan kanit serse.
"Untuk kanit, kan sudah tahu itu penambangan ilegal, tapi kok tidak dihentikan. Tapi memang semuanya mulai dari bupati, DPRD-nya, kan semua ikut (terlibat, Red). Itu bancakan ramai-ramailah," bebernya.
Khusus untuk tiga polisi nakal itu, Budi melanjutkan mereka sudah berstatus terperiksa dan Propam akan mengutamakan pidananya lebih dahulu dibandingkan etiknya.
"Itu kan ada tiga bagian. Yang pembunuhan, penambangan ilegal, dan ketidakdisiplinan atau ketidakprofesionalan oknum Polsek," lanjut Budi.
Mereka mengakui telah menerima jatah preman itu selama enam bulan terakhir, meski pertambangannya sudah dibuka sejak 2014.
Seperti diberitakan, Salim dan Tosan dianiaya oleh orang-orang suruhan kepala desa (kades) setempat karena menolak pertambangan pasir ilegal disana. Kepala Desa Selok Awar-awar, Haryono telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Tambang milik kades itu hanyalah satu di antara 76 lokasi penambangan pasir yang berlokasi di lereng Gunung Semeru itu. 
Sampai dengan berita ini diturunkan, laporan berbagai pihak LSM penggiat korupsi dan orang hilang, telah ditemukan banyak bukti bahwa sampai ketingkat oknum kepada daerah Bupati juga terindikasi bisnis haram yang mengorbankan keutuhan rakyat tapi karena menghasilkan uang banyak dan setiap hari secara cepat dan terus menerus sehingga sederetan oknum dari hampir semua lapisan terkait hingga kalangan oknum wartawan lokal, turut terlibat membiarkan terus menerus bisnis haram tambang pasir, lalu bersepakat untuk menghabisi nyawa sang penggiat anti tambang liar almarhum Salim Kancil dan rekannya.*** Dani Setiawan.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved