Headlines News :
Home » » Setelah Sekjen Nasdem Jadi Tersangka, KPK Bisa Periksa Keterlibatan Jaksa Agung Prasetyo

Setelah Sekjen Nasdem Jadi Tersangka, KPK Bisa Periksa Keterlibatan Jaksa Agung Prasetyo

Written By Infobreakingnews on Kamis, 15 Oktober 2015 | 23.58

Prasetyo, Jaksa Agung Yang Juga Kader Nasdem
Jakarta , infobreakingnews– Isu ikut terima uang haram bansos selama ini yang dibantah keras oleh sang sekjen Rio itu ternyata menjadi nyata setelah KPK menyatakan Rio sebagai tersangka karena memiliki lebih dari dua alat bukti.
Banyak indikasi keterlibatan Rio yang selama ini beredar isu bahwa kasus bansos yang saat dulu itu sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumut yang kemudian dimenangkan oleh hakim PTUN Medan, melibatkan para petinggi Nasdem bahkan OC Kaligis yang memiliki ganda power sebagai pengacara kondang juga sebagai ketua mahkamah partai Nasdem, sedangkan Rio sebagai sekjen dan yang menjadi jaksa agung saat ini adalah kader Nasdem pula.
Walau begitu Jaksa Agung HM Prasetyo menyerahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  untuk melanjutkan proses hukum yang kini dihadapi Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella. Saat menyatakan pasrah ini Prasetyo merasa berdebar karena banyak dikaitan dengan loby Rio dengan dirinya sebagai Jaksa Agung, karena beredar perbincaraan antara Rio dengan Prasetyo yang telah menjadi sadapan KPK, sehingga sangat terbuka bagi KPK bisa memeriksa jaksa agung jika benar terlibat membantu perkara diseputar Gubsu yang sarat dengan uang mengalir kepetinggi Nasdem.
“Biar saja proses hukum berjalan,” kata Prasetyo di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10).
Prasetyo yang juga kader (Partai Nasdem) menolak berkomentar lebih jauh terkait rekan se-partainya yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara bantuan sosial Sumatera Utara di Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung. Rio juga diduga menerima suap sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Partai Nasdem, dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evi Susanti.
Rio dijerat dengan Pasal 12 huruf a, huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Tidak ada tanggapan apa pun dari saya soal itu. Biarlah KPK yang tangani kasus itu dan KPK ungkapkan itu,” kata Prasetyo.
Dia meyakini, KPK akan berhasil mengungkapkan aktor intelektual di balik kasus suap yang melibatkan Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan isterinya Evi Susanti.
“Biar diungkapkan aktor intelektualnya siapa. Itukan berawal dari operasi tangkap tangan. Jadi, beda dengan kasus yang kita tangani. Silakan saja diungkapkan semuanya,” kata Prasetyo, sama seperti Rio terdahulu juga menyatakan hal serupa, menghargai proses hukum dan biar KPK mengusut tuntas semua pejabat pusat yang terlibat.
Peristiwa yang telak menampar keras wajah parpol Nasdem yang selama ini bersuara kerasmenumpas korupsi, ternyata cuma isapan jempol belaka, buktinya kini sudah dua elit Nasdem yang dijadikan tersangka , OC Kaligis dan kini Rio. Bukan tidak mungkin KPK juga berani memeriksa Surya Paloh dan Prasetyo, sekalipun saat ini sedang dipercaya Jokowi sebagai Jaksa Agung. Sudah saatnya pejabat yang korup dinegeri ini dihukum maksimal didalam sel penjara dengan hukuman yang paling lama, bahkan seumur hidup seperti mantan ketua MK Akil Muctar itu. Harus sangat berbeda jauhnya hukuman oknum pejabat dengan orang biasa. Rakyat sudah sangat muak dengan hukuman ringan yang diputus hakim kepada para pejabat yang korup.*** Any Christmiaty.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved