Headlines News :
Home » » Saatnya Para Koruptor Dilarang Keras Berobat Ke RS Swasta

Saatnya Para Koruptor Dilarang Keras Berobat Ke RS Swasta

Written By Infobreakingnews on Selasa, 06 Oktober 2015 | 20.02


Jakarta, infobreakingnews - Hampir semua pejabat korup yang sedang menjalani proses hukum, pasti dengan banyak cara mengkondiisikan dirinya jatuh sakit agar dirawat di RS mewah swasta, lalu berkesempatan didampingi isteri dan keluarga dekatnya, sambil menyuap para oknum medis agar disimpulkan sakit. Untuk hal itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) langsung bereaksi keras ketika menghadiri Ultah pertama RS. Adhyaksa milik Kejaksaan.

Sudah saatnya para tersangka maupun terpidana tidak boleh lagi berobat di rumah sakit mewah milik swasta. Apalagi, Kejaksaan Agung kini sudah punya Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa, rumah sakit yang diperuntukkan bagi pesakitan.
 
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pembangunan RSU Adhyaksa seharusnya membuat tersangka atau narapidana tidak berkelit ketika diproses hukum. "Napi-napi yang top, koruptor kaya, perampok duit negara harusnya tidak boleh alasan sakit terus minta berobat ke (Rumah Sakit) Pondok Indah buat istirahat," kata Ahok saat menghadiri HUT pertama RSU Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur, Selasa (6/10/2015).
 
Menurut Ahok, peralatan medis RSU Adhyaksa tak kalah bagus dengan rumah sakit tenar di Ibu Kota. Menurutnya, tak ada alasan buat koruptor untuk minta dirawat ke rumah sakit swasta. “Rumah sakit ini alat medisnya sudah canggih. Dibantu juga sama RSUD Pasar Rebo,” ujarnya.
 
Jaksa Agung HM Prasetyo mengakui pihaknya sering ditipu oleh koruptor untuk menghindari hukum dengan alasan kesehatan. RSU Adhyaksa didirikan untuk merawat tersangka maupun keluarganya yang perlu pengobatan.
 
"Rumah sakit ini dibangun karena kejaksaan sering ditipu. Banyak terpidana korupsi mengaku sakit ketika diproses hukum," kata Prasetyo kepada wartawan. *** Yohanes Suroso. 
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved