Headlines News :
Home » » Pasca Kasus Pembunuhan Salim Kancil, Menteri Ferry Janji Tutup Tambang Lumajang

Pasca Kasus Pembunuhan Salim Kancil, Menteri Ferry Janji Tutup Tambang Lumajang

Written By Infobreakingnews on Minggu, 04 Oktober 2015 | 17.13

Jakarta, infobreakingnews - Pasca terbunuhnya petani sekaligus aktivis anti penambangan liar, Salim Kancil, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan berjanji akan menutup tambang pasir yang ada di Lumajang, Jawa Timur tersebut.

"‎Bagaimana kita biarkan (tambang ini beroperasi) kalau mengancam sampai ada yang terbunuh? Ya kita tutup, tak ada pilihan‎," tegas Ferry, di Car Free Day, Jakarta, Minggu (4/10/2015).

Ferry menegaskan kasus pembunuhan Salim Kancil tidak boleh dilihat sebagai kasus pidana biasa, tapi lebih dari itu. Pemda Lumajang juga harus sejalan dengan pemerintah pusat untuk menutup tambang itu. Bila menolak, maka patut dicurigai ada modus tertentu.

"Kita harapkan dengan kejadian ini ditutup, kalau pemda masih memperbolehkan ya artinya ada sesuatu," ungkap Ferry.

Ferry melanjutkan, saat ini izin tambang telah dibekukan dan dijamin tidak ada yang beroperasi.‎ Hukuman yang diberlakukan pada para pembunuh Salim Kancil juga diharapkan dapat memberi efek jera.

"Ketika lihat fenomena atau kejadian itu, tidak cukup ditindak pidana atau pembunuhan, karena akan selalu terulang. Perlu dilakukan hal mendasar yang kita katakan izin tambang harus dibekukan dulu. Tidak boleh ada operasi," ujar Ferry.

Ferry menambahkan, izin tambang di mana pun‎ harus memakmurkan masyarakat. Pengusaha boleh mendapat keuntungan namun tidak boleh sampai mencederai rakyat. Peristiwa yang terjadi pada Salim Kancil tidak boleh terulang lagi.

"Izin tambang kan harusnya datangkan manfaat ekonomi bagi daerah, pengusaha dapat keuntungan, masyarakat bisa kerja," tandas Ferry.

2 Warga Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Salim Kancil dan Tosan, sebelumnya dianiaya sekitar 30 sampai 40 orang pada Sabtu 26 September 2015.

Penganiayaan itu diduga karena Salim dan Tosan menolak tambang pasir ilegal di sekitar Pantai Watu Pecak, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Salim Kancil meninggal dunia, sedangkan Tosan mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sebelum meninggal, Salim Kancil diduga sempat disetrum dan digergaji lehernya. Di tubuhnya ditemukan sejumlah luka benda tajam maupun benda tumpul.

26 orang telah ditetapkan jadi tersangka. Salah satunya adalah kepala desa Hariono. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah menonaktifkan Hariono. ***Candra Ha Wibawanti
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved