Headlines News :
Home » » Mengungkap Penyimpangan Proyek Dinas Pendidikan dan Cipta Karya Tahun 2014 - 2015 Kab. Tanggerang

Mengungkap Penyimpangan Proyek Dinas Pendidikan dan Cipta Karya Tahun 2014 - 2015 Kab. Tanggerang

Written By Infobreakingnews on Minggu, 25 Oktober 2015 | 21.27

Ahmad Zaki Iskandar, Bupati Tanggerang
Tangerang, infobreaakingnews - Proyek Pembangunan Tahun Anggaran 2014 - 2015 yang dikucurkan dari anggaran APBD Kabupaten Tangerang, sangat disayangkan baik dari dinas Pendidikan maupun Dinas Cipta Karya.

Akhmad Zaki Iskandar sebagai bupati Tangerang sejak awal ingin menjadikan Tanggerang menjadi bersih, bersinar, gemilang, ternyata dilapangan tidak menunjukan hasil yang maksimal, justru proyek APBD 2014-2015 ini terkesan asal jadi dari apa yang sudah ditentukan dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Rencana Kerja Sekolah (RKS) untuk pembangunan sarana berbasis sekolah.

Proyek Pembangunan baik pendidikan Ruang Kelas Baru (RKB), Tambahan Ruang Kelas (TRK), pengrehabilitasi sedang, berat maupun pembangunan sanitasi (MCK). Dengan anggaran berjumlah besar tidak maksimal di lapangan karena kurangnya mendapat pengawasan dari instansi terkait serta menggunakan bahan bangunan dari apa yang sudah ditentukan oeh RAB dab RKS.

Hasil investigasi infobreakingnews.com dilapangan ditemukan berbagai penyimpangan disejumlah titik sekolah yang mendapatkan bantuan APBD Kab. Tangerang, bahkan  ada beberapa sekolah yang diduga tidak maksimal dalam pengembangan proyek bangunan sekolah. Dengan harapan dari pihak instansi terkait (Kepala Sekolah, Dinas Cipta Karya) agar benar dilaksanakan sesuai juklak - juklis dari Anggaran APBD tahun 2015.

Sebelumnya Pembangunan proyek baik swakelola maupun Dinas Cipta Karya ini diharapkan bisa memberikan perbaikan publik, agar jangan asal jadi secara akal akalan, karena itu dapat membahayakan masyarakat luas terutama anak didik dimasa depan.

Dari temuan awak media dilapangan beberapa instansi sekolah yang dikelola dari Kepala Sekolah jauh berbeda dibandingkan anggaran yang sudah ditetapkan Dinas Cipta Karya, karena itu kepala sekolah selaku penanggung jawab proyek pembangunan swakelola mesti selalu hati-hati untuk melaksanakan proyek tersebut hingga selesai dalam waktu kalender yang telah ditetapkan.

Sampai dengan berita ini diturunkan, Aparat hukum terkait saat ini sedang melakukan pendalaman untuk mengumpulkan bukti penyimpangan yang bisa di pidana. *** Johanda Sianturi.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved