Headlines News :
Home » » KPK Sangat Kecewa Atas Vonis Hakim Terhadap Koruptor Kakap Yang Satu Ini

KPK Sangat Kecewa Atas Vonis Hakim Terhadap Koruptor Kakap Yang Satu Ini

Written By Infobreakingnews on Selasa, 20 Oktober 2015 | 01.34

Koruptor Fuad Amin Tertawa Senang Divonis Ringan 
Jakarta, infobreakingnews - KPK pun kecewa berat atas putusan majelsi hakim tipikor yang memutus sangat ringan hukuman koruptor kelas kakap yang sesungguhnya cukup terbukti sebagaimana yang disebutkan oleh putusan hakim itu sendiri, namun tetap saja putusan itu dirasakan sangat ringan jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa KPK sehingga KPK langsung mengajukan banding untuk diteliti ulang kasus korupsi mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron yang divonis 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan, sedangkan semua aset terdakwa yang telah disita KPK harus dikembalikan lagi kepada sang koruptor itu atas perintah hukum hakim.
Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati menyatakan, banding ini diajukan lantaran kekecewaan jaksa KPK terhadap putusan Majelis Hakim yang mengembalikan aset-aset Fuad Amin yang sebelumnya telah disita KPK. Padahal, Majelis Hakim telah menyatakan Bupati Bangkalan periode 2003-2013 itu terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
"Jaksa kecewa atas keputusan majelis hakim yang menyatakan terdakwa terbukti tindak pidana pencucian uang tetapi aset-aset terdakwa dikembalikan," kata Yuyuk kepada wartawan, Senin (19/10).
Selain karena putusan pengembalian aset, banding ini diajukan karena putusan Majelis Hakim yang menjatuhkan vonis 8 tahun penjara terhadap Fuad Amin jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK yang menuntut Fuad Amin dengan 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp3 miliar subsidair 11 bulan kurungan. Yuyuk menyatakan, setelah mendengar putusan Majelis Hakim, Jaksa KPK langsung mengajukan banding.
Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang dipimpin M. Mukhlis memvonis Fuad Amin dengan delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan.
Majelis Hakim menyatakan, Fuad Amin terbukti menerima suap dari PT Media Karya Sentosa (MKS) sebesar Rp 15,45 miliar, dan melakukan pencucian uang lebih dari Rp 200 miliar.Sebelumnya KPK melalui Jaksa Penuntut Umum nya menuntut Fuad Amin dengan 15 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar, dan menyita semua aset kekayaan milik sang koruptor. *** Johanda Sianturi.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved