Headlines News :
Home » » Kapolri Badrodin Haiti Sangat Kaget Atas Penetapan Risma Sebagai Tersangka

Kapolri Badrodin Haiti Sangat Kaget Atas Penetapan Risma Sebagai Tersangka

Written By Infobreakingnews on Sabtu, 24 Oktober 2015 | 02.04

Surabaya, infobreakingnews - Simpang siurnya kabar yang cukup mengagetkan dijadikannya Walikota Surabaya, Risma menjadi tersangka, membuat heboh dan panik kubu PDIP mengingat kadernya yang bakal maju dalam Pilkada tahun ini bisa terhenti jika benar pihak Kejati Jatim telah menetapkanya sebagai tersangka.
Anehnya justru Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadi sendiri langsung seccara tegas membantah jika Polda Jatim telah menetapkan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma sebagai tersangka.
Bahkan senada dengan Kapolda Jatim, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sebelumnya telah mengatakan jika ada penyidikan yang melibatkan calon yang maju Pilkada Desember 2015 untuk ditunda lebih dahulu?
"Informasi sementara yang saya terima terkait penyidikan kasus penyalahgunaan wewenang penanganan perkara Pasar Turi telah dihentikan sejak sebulan yang lalu atau di SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) oleh Polda Jatim," kata Badrodin kepada infobreakingnews.com, Jumat (23/10) di Jakarta.
Karena itu dirinya mengaku kaget bila kasus ini ramai kembali. Mantan Kapolda Jatim itu meminta waktu untuk mengecek kembali kepada jajarannya. Apakah kabar ini sengaja disebarkan oleh lawan politiknya terkait Pilkada mendatang.
Sebelumnya beredar informasi Risma ditetapkan sebagai tersangka seperti tertera dalam SPDP nomor B/415/V/15/Reskrimum yang dikirimkan penyidik Polda Jatim ke Kejati Jatim.
Dalam berkas SPDP itu Polda Jatim menetapkan Risma sebagai tersangka sejak 28 Mei lalu dan anehnya penyidik baru mengirim SPDP itu pada 30 September 2015.
SPDP itu diungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim, Romy Arizyanto, seperti dikutip, Jumat (23/10).
Menanggapi kabar yang mengejutkan ini, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI-Perjuangan (PDIP, Ahmad Basarah, angkat suara terkait munculnya kabar mantan Wali Kota Surabaya, yang kini kembali maju di pilkada serentak, Tri Rismaharini, sebagai tersangka, adalah kabar yang tak benar.
"Buktinya sudah dibantah pihak Kepolisian," ujar Basarah, Jumat (23/10).
Basarah mengungkapkan,  pihaknya menilai sangat kuat kesan politisasi kabar tersebut di tengah majunya Risma sebagai calon tunggal di pilkada serentak di Surabaya. "Penuh nuansa politis," tandasnya.
Diketahui, kabar Risma jadi tersangka muncul di salah satu portal media online lokal. Kabar itu langsung menyebar di berbagai grup media sosial maupun grup blackberry messenger (BBM).
Dan kembali secara tegas Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadi membantah jika Polda Jatim telah menetapkan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) sebagai tersangka.
"Tidak benar itu. Tidak ada. Bu Risma bukan tersangka," kata Anton saat dihubungi Jumat (23/10).
Adalah Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim, Romy Arizyanto, seperti dikutip surabayatpost.net, Jumat (23/10) yang mengatakan Risma telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim terkait kasus Pasar Turi.
"Iya. SPDP-nya sudah kami terima dari penyidik Polda Jatim," ujar Romy Arizyanto kepada sejumlah wartawan, sehingga pernyataan yang sangat bertolak belakang ini membuat banyak pihak menjadi sangat terheran kaget. Namun karena yang menyatakan justru dari pihak Humas Kejati Jatim sendiri bahwa sudah mendapatkan pemberitahuan resmi dari pihak penyidik Polda Jatim, maka kabar simpang siur ini amat janggal untuk kalangan aparat hukum bahkan publik. 
Karena jika terbukti nanti keterangan pihak Humams Kejati Jatim itu tidak benar, maka hal ini menjadi suatu presden buruk bagi dunia penyidikan. Sampai berita ini ditayangkan, Risma sendiri tak mau berkomentar tertang kabar penetapannya sebagai tersangka yang kasusnya sudah pernah dihentikan karena tidak cukup bukti.*** Dani Setiawan.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved