Headlines News :
Home » » Kalangan DPR Senayan Mendesak Komjen Anang Segera Mundur Dari Kabareskrim

Kalangan DPR Senayan Mendesak Komjen Anang Segera Mundur Dari Kabareskrim

Written By Infobreakingnews on Sabtu, 24 Oktober 2015 | 02.54

Jakarta, infobreakingnews - Sejak awal banyak media menilai kasus yang satu ini cukup ribet dan komplikasi yang kronis, karena ternyata hampir semua anggota DPR yang tergabung dalam Pansus Pelindo II mendesak Kabagreskrim Komjen Anang Iskandar supaya mengundurkan diri dari posisinya saat ini karena dinilai tidak konsisten dengan kasus yang sudah meledak, tapi justru malah beberapa dokumen penting sebagai barang bukti pada kasus mega korupsi Pelindo II itu dikembalikan pihak Bareskrim kepada RJ.Lino.
Walau begitu, Jenderal berbintang tiga ini menilai desakan tersebut hanyalah sekadar masalah kurang sabarnya anggota dewan yang tergabung dalam Pansus Hak Angket Pelindo II.
"Saya ini penyidik. Kalau diminta mundur, sebenarnya ada yang salah. (DPR) kurang sabar," kata Anang kepada infobreakingnews.com, di kantor Bareskrim, Jumat (23/10).
Untuk itu, mantan Kepala BNN yang bertukar posisi dengan Komjen Budi Waseso, ini meminta semua pihak untuk bersabar mengingat proses penyidikan kasus Pelindo II masih terus berjalan.
Selain desakan mundur, dalam rapat dengan Pansus Pelindo II di DPR, Rabu (22/10) kemarin, anggota dewan, di antaranya anggota Komisi III, Masinton Pasaribu, juga mempersoalkan langkah Anang yang mengembalikan sejumlah dokumen hasil penggeledahan ke Pelindo.
Menurut Anang, dokumen yang dikembalikan itu, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasusmobile crane yang tengah diusut. "Soal itu, tidak ada masalah. Itu (dokumen) yang ada gunanya di-keep. Kalau tidak ada gunanya, ya dikembalikan. Tidak ada masalah," tegas Anang.
Dan alasan Anang ini justru sangat bertolak belakang dari hasil kajian pihak Pansus sendiri, karena menilai dokumen yang dikembalikan itu adalah bukti penyimpangan yang dilakukan Lino, sehingga pada waktu itu Komjen Buwas sudah siap untuk menahan Lino, namun keburu Lino mendapat dukungan dari banyak penguasa termasuk Wapres JK sendiri ikut turun tangan, lalu Buwas dipindahkan menjabat Bos Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sejauh ini Presiden Joko Widodo masih belum beraksi memecat Lino, malah kasus yang digebrak Buwas yang akan menangkap Lino, dinilai menjadi kegaduhan dalam negeri, padahal tetap saja sampai saat ini Pansus Pelindo II yang digelar Senayan masih terus bergulir sampai ketitik nadir, hitam putihnya republik yang korup ini. *** Emil Foster 
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved