Headlines News :
Home » » Ini Dia Pedofil Narkoba, Pelaku Pemerkosa Dan Pembunuh PNF Yang Dibuang Dalam Kardus

Ini Dia Pedofil Narkoba, Pelaku Pemerkosa Dan Pembunuh PNF Yang Dibuang Dalam Kardus

Written By Infobreakingnews on Minggu, 11 Oktober 2015 | 18.55


Jakarta, infobreakingnews - Setelah bekerja keras siang dan malam selama hampir sepakan, akhirnya tim reserse Polda Jakarta berhasil mengungkap jati diri pelaku kekeraan sek disertai dengan pembuinuhan terhadap gadis cilik PNF berusia 9 tahun yang mayatnya dilipat bagai kertas didalam kardus secara mengenaskan.

Dari hasil autopsi jenazah bocah cilik berwajah ayu itu didapati adanya persetubuhan paksa yang dialami bocah kelas dua sekolah dasar itu. Dari temuan itu, serta serangkaian catatan dari 20 orang saksi yang telah diperiksa, menyebutkan Agus Darmawan,39 tahun, mantan resdivis narkoba yang juga dikenal sebagai anak orang kaya yang sejak lama mengasingkan diri dari keluarganya yang rumahnya terbilang paling besar dan mewah dikawasan Kali Deres, Jakarta Barat, namun AD lebih memilih hidup sendiri secara bebas dengan mendiami bedeng kumuh yang sekalian dijadikannya sebagai warung minuman.

Dibedeng inilah AD secara binatang tega mencabuli korban, yang kebetulan ayah sikorban yang sudah lama berpisah dengan ibunya, adalah sebagai teman baik sipelaku.

Agus yang juga sangat bersahabat baik dengan banyak anak laki dan perempuan, dimana tujuan Agus membentuk sebuah geng anak anak yang brutal dengan gaya bebas narkoba, yang sesungguhnya merupakan bahaya besar bagi setiap keluarga bahagia.

Lebih daripada itu Agus ternyata seorang pedofil yakni penyuka hubungan seksual dengan anak-anak, melalui hubungan baik yang dibangun secara harmonis palsu, karena para anak yang masih belum pubertas itu tak pernah mengerti jika bos geng nya itu seorang maniak dan sadis melebihi binatang buas.

"Dari kajian akademis, kami mendapatkan hasil autopsi yang jelas yakni terjadinya persetubuhan paksa yang dialami korban. Maka itu disebut psikoseksual atau pedofil, penyuka hubungan seksual terhadap anak-anak. Anak-anak di bawah pubertas," kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti di Ruang Utama, Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2015).

"Umumnya seorang pedofil, dia single, suka hidup sendiri, suka dengan anak-anak, senang melakukan aktifitas sendiri," terang Krishna.

Selain itu, pelaku pedofil juga pandai memanipulasi calon korban dengan memberikan hadiah. pelaku pedofil juga pandai membangun hubungan yang baik dengan anak-anak. Hubungan yang baik itu pun, berlaku dalam jangka panjang. Tak hanya itu, seorang pedofil diduga pernah menjadi korban pedofil sebelumnya. Pun pelaku pedofil, biasanya memiliki catatan kriminal.

"Hal itu, cocok dengan profil AD (Agus Dermawan), yang merupakan potensial suspect," ucapnya.

Agus, menurut Krishna, sering mengajak anak-anak untuk bermain di bedengnya. Anak-anak itu juga dibebaskan bermain, selain itu juga dimanfaatkan untuk menjaga warung milik AD.

"Itu bahkan mereka bebas bermain, dari pagi sampai malam juga malam sampai pagi," bebernya.

Tak hanya itu, Agus juga membuat geng bernama 'boel tacos' yang berisi sekumpulan bocah di bawah umur. Dalam perkumpulan bocah itu, mereka dikoordinir Agus untuk berpesta ganja dan sabu.

Selain itu, didapati dari keterangan 13 anak yang telah diperiksa penyidik. Salah satu rekan PNF, yakni T, 15 telah menjadi korban pencabulan oleh Agus.

"T, bercerita bahwa bulan Juni 2015, yang pernah masuk ke rumah AD dikunci, diciumi, dicabuli, diraba," ucap Krisha. 

Peristiwa ini bisa lama terjadi sebagaimana yang dilakukan pelaku, juga adanya kekurangan kontrol dari para orang tua yang sama sekali tidak merasa cemas jika merasakan anaknya telat pulang hingga larut malam. 

Dari investigasi dilapangan, infobreakingnews.com mendapatkan keterangan beberapa warga seputar lokasi tempat bedeng kerajaan yang didiami sang kriminal pedofil Agus, karena juga rasa segan dari tokoh masyarakat dan ketua RT dan RW setempat terhadap prilaku Agus, yang dikenal sebagai resedivis narkoba yang sudah berulang kali keluar masuk penjara, ditambah orang tua sipelaku itu sangat dipandang karena baik dan dermawan dilingkungan tersebut.

Sampai berita ini ditayangkan, Polisi masih terus memeriksa Agus, karena kuat dugaan bahwa pembunuhan dan pembuangan mayat seperti modus kardus itu sepertinya berulangkali Agus perbuat secara binatang. Sepertinya pedofil yang keji ini pantas dihukum mati saja agar tidak ada korban seperti nasib gadis cilik yang sedang duduk dibangku kelas dua sekolah dasar tersebut. *** Dani Setiawan.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved